Podcast Pustaka Berbicara: LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi

Podcast Pustaka Berbicara: LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi
Kota Pekalongan — Podcast Pustaka Berbicara kembali mengudara dengan tema yang sarat makna: “LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi.” Bertempat di Dinarpus Kota Pekalongan, acara ini menghadirkan dua narasumber utama yang menjadi penggerak kesejahteraan sosial di kota batik: Inggit Soraya (Ketua LKKS Kota Pekalongan) dan Nur Agustina (Dinsos P2KB Kota Pekalongan).
Dalam kesempatan ini, Inggit menyampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa hadir setelah beberapa kali berhalangan. Ia menegaskan pentingnya peran LKKS sebagai wadah koordinasi bagi lebih dari 50 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Kota Pekalongan.
“Alhamdulillah saya bisa hadir di Podcast Pustaka Berbicara ini setelah beberapa kesempatan yang lalu belum bisa membersamai kegiatan. Hari ini kita membahas tentang LKKS, wadah bagi para LKS di Kota Pekalongan yang jumlahnya mencapai 50 lembaga,” ujar Inggit.
Inggit menekankan bahwa LKKS hadir bukan hanya sebagai organisasi formal, melainkan sebagai rumah kolaborasi. Ia menjelaskan bahwa LKKS berperan dalam pembinaan teknis, validasi data penerima bantuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam memastikan bantuan sosial maupun CSR perusahaan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinsos P2KB, Yos Rosyidi, melalui Sekretaris Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Nur Agustina menegaskan bahwa LKKS memiliki landasan hukum yang kuat, yakni UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
“LKKS memiliki struktur organisasi yang jelas dan berada di bawah naungan pemerintah kota melalui Dinsos P2KB. Kehadirannya sangat penting untuk memastikan program kesejahteraan berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran,” ungkap Agustin.
Ia menambahkan bahwa LKKS tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai penjamin kualitas layanan sosial. Menurutnya, ke depan LKKS harus bertransformasi dari sekadar penyaluran bantuan instan menuju pemberdayaan jangka panjang, dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM agar lebih melek digital.
Kedua narasumber sepakat bahwa kolaborasi harus menjadi budaya, bukan sekadar proyek sesaat. LKKS diharapkan mampu menciptakan ekosistem sosial yang berkelanjutan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas digital lembaga sosial, serta transparansi dalam penyaluran bantuan.
Podcast ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan LKKS kepada masyarakat luas. Kehadiran Inggit Soraya dan Nur Agustina menegaskan bahwa kesejahteraan sosial adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara LKKS, Dinsos P2KB, dan berbagai lembaga sosial, Kota Pekalongan diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih kuat melalui pemahaman, koordinasi, dan kolaborasi nyata.
(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)
PRINT +
DOWNLOAD PDF