PMI Kota Pekalongan Tingkatkan Wawasan Bagi Pengurus Baru

Kota Pekalongan - Guna memberikan pembekalan tugas dan pencerahan wawasan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menggelar orientasi kepalangmerahan bagi dewan kehormatan dan pengurus yang telah dilantik oleh PMI Provinsi Jawa Tengah, berlangsung di aula kantor PKK Kota Pekalongan, Kamis (11/8/2022).

Ketua PMI Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto mengungkapkan tujuan dari orientasi ini bertujuan untuk penyegaran kembali bagi pengurus lama dan memberikan pembekalan tugas, peningkatan wawasan bagi pengurus yang baru dilantik.

Dwi menekankan kepada pengurus baru bahwa PMI merupakan lembaga sosial yang erat hubungannya dengan kemanusiaan dan kebencanaan sehingga mereka yang sudah terjun dengan PMI, tidak memikirkan keuntungan untuk melaksanakan tugasnya tetapi mereka bergerak karena hati nurani.

“Harapannya mereka yang baru ini paham PMI itu seperti apa, PMI itu lembaga sosial berhubungan dengan kemanusiaan, kebencanaan sehingga orang yang terjun dengan PMI ini karena sifatnya kerelawanan, sosial, kebencanaan dan kemanusiaan tadi, hati nurani yang muncul,” tandasnya.

Dilanjutkan Dwi, peserta juga dibekali bagaimana tata kelola keuangan yang baik di dalam suatu organisasi, menurutnya meskipun lembaga sosial, PMI harus memiliki pengelolaan yang profesional.

“Selama ini PMI tata kelola keuangannya masih parsial, ada di UDD sendiri, di markas dengan kliniknya, oleh karena itu akan kita satukan tata kelola keuangan ini, agar menjadi satu pintu melalui sebuah aplikasi,” sambung Dwi.

Sementara itu, Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid yang biasa disapa Aaf usai membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa tugas PMI tidak sesederhana yang dipikirkan olehnya dan seluruh jajaran yang ada di PMI harus paham tugas dan tupoksinya masing-masing agar tugasnya dalam melayani masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

“PMI tidak hanya mengambil darah dan menyalurkan ke masyarakat tetapi di setiap bencana PMI harus hadir, alat-alat apa saja yang harus dipenuhi oleh PMI ini juga menurut saya perlu mereka ketahui, apa kebutuhan di daerah yang berpotensi banjir, longsor, gempa dan lainnya,” ucap Aaf.

Melalui orientasi ini, diharapkan narasumber dari PMI Provinsi Jawa Tengah yang hadir dapat memberikan gambaran secara utuh apa fungsi dan tugas dari PMI, “Semua harus siap sedia, baik itu pembekalan alat, dirI bagaimana menangani masyarakat yang tertimpa bencana, ini menurut saya penting,” pungkasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)