PKK Pekalongan Dorong Limbah Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi

PKK Pekalongan Dorong Limbah Perca Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Kota Pekalongan – Sebagai upaya mendorong kreativitas kader sekaligus meningkatkan nilai guna limbah industri tekstil, Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan melalui Kelompok Kerja (Pokja) III menggelar pelatihan pemanfaatan limbah kain perca, berlangsung di BLK setempat, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 34 peserta yang terdiri atas perwakilan PKK kecamatan dan kelurahan serta Pokja I, II, dan IV TP PKK Kota Pekalongan.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut dilatarbelakangi kondisi Kota Pekalongan sebagai kota batik dan industri tekstil yang menghasilkan limbah kain perca dalam jumlah cukup banyak.
“Limbah perca ini cukup banyak. Kalau dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan. Harapannya, di tangan kader PKK, limbah tersebut dapat disulap menjadi karya yang memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Inggit menjelaskan pemanfaatan kain perca tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat, estetika, sekaligus ekonomi. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang mendukung peningkatan pendapatan keluarga.
“Harapannya ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi ada kelanjutannya, baik untuk pengembangan keterampilan pribadi maupun menjadi usaha,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi Pokja III TP PKK Kota Pekalongan dan PLK yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. Para kader diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing serta mengembangkan hasil olahan perca menjadi produk yang lebih kreatif dan bernilai ekonomi.
Pihaknya berharap program pelatihan keterampilan bagi perempuan dapat terus berlanjut dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi yang berkembang di masyarakat. Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketahanan dan peningkatan ekonomi keluarga.
“Kami berharap ke depan tetap ada pelatihan-pelatihan untuk pemberdayaan perempuan. Banyak peluang yang bisa dikembangkan di Kota Pekalongan, tinggal bagaimana kita melihat kebutuhan dan potensinya,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Pekalongan mendorong kader tidak hanya menjadi penerima keterampilan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pemanfaatan limbah dan pencipta produk kreatif yang berkontribusi terhadap lingkungan sekaligus perekonomian keluarga.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
Kota Pekalongan – Sebagai upaya mendorong kreativitas kader sekaligus meningkatkan nilai guna limbah industri tekstil, Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan melalui Kelompok Kerja (Pokja) III menggelar pelatihan pemanfaatan limbah kain perca, berlangsung di BLK setempat, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 34 peserta yang terdiri atas perwakilan PKK kecamatan dan kelurahan serta Pokja I, II, dan IV TP PKK Kota Pekalongan.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut dilatarbelakangi kondisi Kota Pekalongan sebagai kota batik dan industri tekstil yang menghasilkan limbah kain perca dalam jumlah cukup banyak.
“Limbah perca ini cukup banyak. Kalau dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan. Harapannya, di tangan kader PKK, limbah tersebut dapat disulap menjadi karya yang memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Inggit menjelaskan pemanfaatan kain perca tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat, estetika, sekaligus ekonomi. Keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang mendukung peningkatan pendapatan keluarga.
“Harapannya ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi ada kelanjutannya, baik untuk pengembangan keterampilan pribadi maupun menjadi usaha,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi Pokja III TP PKK Kota Pekalongan dan PLK yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. Para kader diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing serta mengembangkan hasil olahan perca menjadi produk yang lebih kreatif dan bernilai ekonomi.
Pihaknya berharap program pelatihan keterampilan bagi perempuan dapat terus berlanjut dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi yang berkembang di masyarakat. Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ketahanan dan peningkatan ekonomi keluarga.
“Kami berharap ke depan tetap ada pelatihan-pelatihan untuk pemberdayaan perempuan. Banyak peluang yang bisa dikembangkan di Kota Pekalongan, tinggal bagaimana kita melihat kebutuhan dan potensinya,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Pekalongan mendorong kader tidak hanya menjadi penerima keterampilan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pemanfaatan limbah dan pencipta produk kreatif yang berkontribusi terhadap lingkungan sekaligus perekonomian keluarga.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF