Pertamina Pastikan Ketersediaan dan Kualitas BBM & LPG Selama Ramadan

Kota Pekalongan – Pertamina Patra Niaga Semarang menegaskan bahwa stok BBM dan LPG selama Ramadan hingga Lebaran tetap aman dan tersedia dalam jumlah cukup.
Staf Pertamina Patra Niaga Semarang, Daril mengungkapkan bahwa, untuk LPG, sebanyak 350 pangkalan telah disiagakan dengan tambahan alokasi sebesar 8 persen dari jatah bulanan di bulan Maret. Penyaluran tambahan ini berlangsung mulai 16-31 Maret 2025.
"Pangkalan siaga sekitar 70 unit disiapkan di setiap agen memiliki 7 pangkalan yang diusulkan guna memastikan distribusi berjalan lancar," ucapnya saat menghadiri kegiatan kegiatan Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Perdagangan (Ekuinda) Persiapan Menghadapi Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi bersama jajaran Pemerintah Kota Pekalongan, kemarin.
Menurutnya, prioritas alokasi diberikan kepada pangkalan yang memiliki distribusi lebih dari 1.000 tabung. Ia memastikan tidak ada kekurangan stok LPG di tahun ini. Bahkan, pengecer boleh menyalurkan dengan batasan ketat, tidak lebih dari 10 persen.
Demi menjaga kualitas produk, Pertamina melakukan uji sampling dan uji tera secara berkala di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). LPG yang didistribusikan dipastikan sesuai dengan standar, dengan berat isi tabung 3 kg mencapai 8 kg saat terisi penuh dan berat kosongnya 5 kg.
Lanjutnya, sementara untuk BBM, uji sampling dan uji tera terus dilakukan di 11 SPBU di Kota Pekalongan guna memastikan tidak ada produk yang keluar dengan kualitas di bawah standar. Dengan adanya tambahan kuota 10 persen pada distribusi BBM dan LPG, masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam melakukan pembelian.
“Pertalite, Pertamax, dan Solar yang kami salurkan telah memenuhi standar kualitas BBM berdasarkan hasil uji di laboratorium Pertamina,” tukasnya. (Dian)
Staf Pertamina Patra Niaga Semarang, Daril mengungkapkan bahwa, untuk LPG, sebanyak 350 pangkalan telah disiagakan dengan tambahan alokasi sebesar 8 persen dari jatah bulanan di bulan Maret. Penyaluran tambahan ini berlangsung mulai 16-31 Maret 2025.
"Pangkalan siaga sekitar 70 unit disiapkan di setiap agen memiliki 7 pangkalan yang diusulkan guna memastikan distribusi berjalan lancar," ucapnya saat menghadiri kegiatan kegiatan Rapat Koordinasi Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Perdagangan (Ekuinda) Persiapan Menghadapi Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi bersama jajaran Pemerintah Kota Pekalongan, kemarin.
Menurutnya, prioritas alokasi diberikan kepada pangkalan yang memiliki distribusi lebih dari 1.000 tabung. Ia memastikan tidak ada kekurangan stok LPG di tahun ini. Bahkan, pengecer boleh menyalurkan dengan batasan ketat, tidak lebih dari 10 persen.
Demi menjaga kualitas produk, Pertamina melakukan uji sampling dan uji tera secara berkala di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). LPG yang didistribusikan dipastikan sesuai dengan standar, dengan berat isi tabung 3 kg mencapai 8 kg saat terisi penuh dan berat kosongnya 5 kg.
Lanjutnya, sementara untuk BBM, uji sampling dan uji tera terus dilakukan di 11 SPBU di Kota Pekalongan guna memastikan tidak ada produk yang keluar dengan kualitas di bawah standar. Dengan adanya tambahan kuota 10 persen pada distribusi BBM dan LPG, masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam melakukan pembelian.
“Pertalite, Pertamax, dan Solar yang kami salurkan telah memenuhi standar kualitas BBM berdasarkan hasil uji di laboratorium Pertamina,” tukasnya. (Dian)