Perpustakaan Daerah Perluas Peran Pusat Literasi dan Pembelajaran

Perpustakaan Daerah Perluas Peran Pusat Literasi dan Pembelajaran
Kota Pekalongan – Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Berbagai layanan dan kegiatan edukatif terus dikembangkan sehingga perpustakaan menjadi ruang belajar dan pusat aktivitas literasi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Gufron Faza melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Mahfud saat ditemui baru-baru ini, mengatakan, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan perpustakaan terus meningkat. Permintaan kunjungan dari lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TK hingga SD, bahkan cukup tinggi.
“Alhamdulillah kunjungan perpustakaan daerah mengalami peningkatan. Permintaan dari PAUD, TK, bahkan SD cukup banyak sehingga kami sampai kewalahan membagi jadwal kunjungan,” katanya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinarpus menyediakan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Anak-anak PAUD dan TK dapat memanfaatkan ruang khusus di lantai satu, sementara siswa SD dan SMP dapat mengikuti kegiatan pemutaran film edukatif di lantai tiga.
Selain pelajar, perpustakaan juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan mahasiswa untuk kegiatan penelitian. Dinarpus juga membuka layanan peminjaman ruangan bagi masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Tidak hanya melayani masyarakat di gedung perpustakaan, Dinarpus juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling yang menjangkau sejumlah lokasi, termasuk lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.
Hingga triwulan pertama tahun 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan tercatat mencapai sekitar 2.000 pengunjung. Dinarpus menargetkan jumlah kunjungan mencapai 6.000 orang hingga akhir tahun.
Menurutnya, berbagai inovasi layanan tersebut merupakan upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang edukasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Harapannya, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, minat baca masyarakat semakin meningkat dan budaya literasi di Kota Pekalongan semakin kuat,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kota Pekalongan – Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Berbagai layanan dan kegiatan edukatif terus dikembangkan sehingga perpustakaan menjadi ruang belajar dan pusat aktivitas literasi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Gufron Faza melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Mahfud saat ditemui baru-baru ini, mengatakan, antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan perpustakaan terus meningkat. Permintaan kunjungan dari lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TK hingga SD, bahkan cukup tinggi.
“Alhamdulillah kunjungan perpustakaan daerah mengalami peningkatan. Permintaan dari PAUD, TK, bahkan SD cukup banyak sehingga kami sampai kewalahan membagi jadwal kunjungan,” katanya.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinarpus menyediakan berbagai fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Anak-anak PAUD dan TK dapat memanfaatkan ruang khusus di lantai satu, sementara siswa SD dan SMP dapat mengikuti kegiatan pemutaran film edukatif di lantai tiga.
Selain pelajar, perpustakaan juga dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan mahasiswa untuk kegiatan penelitian. Dinarpus juga membuka layanan peminjaman ruangan bagi masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Tidak hanya melayani masyarakat di gedung perpustakaan, Dinarpus juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling yang menjangkau sejumlah lokasi, termasuk lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan.
Hingga triwulan pertama tahun 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan tercatat mencapai sekitar 2.000 pengunjung. Dinarpus menargetkan jumlah kunjungan mencapai 6.000 orang hingga akhir tahun.
Menurutnya, berbagai inovasi layanan tersebut merupakan upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang edukasi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Harapannya, dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, minat baca masyarakat semakin meningkat dan budaya literasi di Kota Pekalongan semakin kuat,” tukasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF