Perkuat Kekebalan Tubuh, Program BIAS di Kota Pekalongan Sasar 7.710 Anak SD

Perkuat Kekebalan Tubuh, Program BIAS di Kota Pekalongan Sasar 7.710 Anak SD
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak melalui Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Tahun ini, sebanyak 7.710 siswa sekolah dasar menjadi sasaran imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengatakan pelaksanaan BIAS 2026 dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga November 2026. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan imunisasi.
"Saat ini, kami sedang melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyiapkan berapa jumlah anak yang akan melakukan vaksinasi. Nantinya, pihak puskesmas akan mendatangi ke sekolah-sekolah untuk memberikan imunisasi pada siswa," ujar Puji saat dikonfirmasi Rabu (12/8/2026).
Dalam program tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyiapkan imunisasi Rubella untuk mencegah penyakit campak serta vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu upaya pencegahan kanker leher rahim pada perempuan. Imunisasi Rubella menyasar 5.106 siswa SD kelas satu, sedangkan vaksin HPV diberikan kepada 2.604 siswa SD kelas lima.
Puji berharap pelaksanaan BIAS 2026 dapat memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, imunisasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit sekaligus menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
"Harapannya, anak-anak bebas dari penyakit campak dan pencegahan kanker leher rahim bagi anak siswi. Bagi siswi SD kelas lima bisa saja sudah mengenal perilaku seksual sehingga perlu adanya pencegahan melalui imunisasi HPV," katanya.
Ia menyebut dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Meski masih terdapat sebagian orang tua yang memiliki kekhawatiran terkait dampak maupun kehalalan vaksin, Dinas Kesehatan optimistis pelaksanaan BIAS dapat berjalan lancar melalui edukasi dan koordinasi dengan pihak sekolah maupun orang tua.
"Memang ada orang tua yang welcome, tetapi ada juga yang ragu karena dampak imunisasi dan kehalalan vaksin tersebut. Akan tetapi, kami optimistis Program BIAS akan berjalan lancar dan para siswa SD akan mendapatkan imunisasi menyeluruh," pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak melalui Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026. Tahun ini, sebanyak 7.710 siswa sekolah dasar menjadi sasaran imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, mengatakan pelaksanaan BIAS 2026 dilakukan secara bertahap mulai Agustus hingga November 2026. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk mempersiapkan pelaksanaan imunisasi.
"Saat ini, kami sedang melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyiapkan berapa jumlah anak yang akan melakukan vaksinasi. Nantinya, pihak puskesmas akan mendatangi ke sekolah-sekolah untuk memberikan imunisasi pada siswa," ujar Puji saat dikonfirmasi Rabu (12/8/2026).
Dalam program tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyiapkan imunisasi Rubella untuk mencegah penyakit campak serta vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu upaya pencegahan kanker leher rahim pada perempuan. Imunisasi Rubella menyasar 5.106 siswa SD kelas satu, sedangkan vaksin HPV diberikan kepada 2.604 siswa SD kelas lima.
Puji berharap pelaksanaan BIAS 2026 dapat memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, imunisasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyakit sekaligus menjaga tumbuh kembang anak tetap optimal.
"Harapannya, anak-anak bebas dari penyakit campak dan pencegahan kanker leher rahim bagi anak siswi. Bagi siswi SD kelas lima bisa saja sudah mengenal perilaku seksual sehingga perlu adanya pencegahan melalui imunisasi HPV," katanya.
Ia menyebut dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Meski masih terdapat sebagian orang tua yang memiliki kekhawatiran terkait dampak maupun kehalalan vaksin, Dinas Kesehatan optimistis pelaksanaan BIAS dapat berjalan lancar melalui edukasi dan koordinasi dengan pihak sekolah maupun orang tua.
"Memang ada orang tua yang welcome, tetapi ada juga yang ragu karena dampak imunisasi dan kehalalan vaksin tersebut. Akan tetapi, kami optimistis Program BIAS akan berjalan lancar dan para siswa SD akan mendapatkan imunisasi menyeluruh," pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF