Peringati Maulid Nabi, KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari Kenalkan Literasi Anak Lewat Mendongeng di Perpustakaan

Peringati Maulid Nabi, KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari Kenalkan Literasi Anak Lewat Mendongeng di Perpustakaan

Kota Pekalongan – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari untuk menanamkan kecintaan terhadap literasi sekaligus mengembangkan kemampuan bercerita anak sejak usia dini. Dikemas berbeda dari biasanya, para peserta didik diajak berkunjung ke Perpustakaan Kecamatan Pekalongan Barat untuk mengenal buku, mengikuti kegiatan mendongeng, serta belajar dan bermain dalam suasana yang menyenangkan.

KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari, Masruroh, mengungkapkan kunjungan ke perpustakaan dipilih sebagai alternatif peringatan Maulid Nabi agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

“Biasanya kami mengundang Nyai untuk kegiatan Maulid Nabi, tetapi tahun ini kami memilih datang ke perpustakaan agar suasananya berbeda. Anak-anak bisa belajar, bermain, sekaligus mengenal perpustakaan,” ungkapnya saat ditemui kegiatan tersebut, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kegiatan mendongeng telah menjadi bagian dari pembiasaan di KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari dan dilaksanakan secara rutin setiap dua hari sekali. Pembiasaan tersebut juga didukung dengan keterlibatan orang tua di rumah melalui aktivitas bercerita tentang kegiatan sehari-hari.

“Setiap malam kami mengajak anak dan bunda-bunda untuk bercerita. Misalnya setelah bangun pagi, anak ditanya bangun jam berapa dan melakukan apa saja. Di sekolah juga anak kami minta bercerita tentang kegiatan yang dilakukan,” tandasnya.

Pembiasaan bercerita tersebut dinilai membantu anak melatih kemampuan berkomunikasi, mengingat pengalaman, serta berani menyampaikan cerita secara sederhana. Sekolah bahkan akan mengikuti lomba mendongeng di tingkat Cabang YPM Kota.

Upaya memperkuat budaya literasi juga dilakukan dengan menambah koleksi buku di sekolah. Tahun lalu, pihak sekolah mengajak wali murid untuk masing-masing menyumbangkan satu buku cerita. Dari sekitar 45 peserta didik, terkumpul lebih dari 50 buku yang kemudian menjadi tambahan koleksi bacaan anak.

Salah satu buku yang paling menarik perhatian peserta didik adalah Pahlawan Adalah Ibuku. Menurut Masruroh, anak-anak tertarik karena cerita tersebut dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

“Mereka senang dengan judul Pahlawan Adalah Ibuku, karena setiap hari yang mencuci baju, membuat makanan, dan memandikan mereka adalah ibu. Jadi mereka bisa menghubungkan cerita dengan kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memanfaatkan momentum kunjungan untuk berinteraksi dan mendongeng bersama anak-anak. Saat itu, terdapat pula anak-anak dari KB Muslimat NU Masyitoh Pasirsari yang telah selesai bermain dan melihat koleksi buku di perpustakaan.

Melihat anak-anak yang masih berada pada usia dini dan belum seluruhnya mampu membaca secara mandiri, Inggit berinisiatif membacakan buku cerita. Respons anak-anak pun dinilai sangat antusias dan komunikatif.

“Saya berinisiatif mengajak mereka menyapa dan membacakan buku cerita. Ternyata antusiasme mereka luar biasa. Mereka juga sudah sangat komunikatif,” ujarnya.

Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam mengenalkan perpustakaan dan budaya membaca kepada anak sejak dini. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak.

“Perpustakaan juga mendukung literasi anak-anak. Ini penting untuk mengajak mereka sejak dini mencintai dan mengenal buku,” pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)