Peringati HBN, Museum Batik Gelar Lomba Vlog dan Membatik dari Rumah

Kota Pekalongan - Memperingati Hari Batik Nasional (HBN) yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Museum Batik Kota Pekalongan menggelar lomba membatik dari rumah dan lomba vlog tentang pelestarian batik di tengah pandemi. Disamping itu, ajang ini merupakan upaya yang dilakukan oleh pihak Museum Batik untuk meningkatkan jumlah kunjungan yang berkurang akibat adanya pandemi Covid-19.

“Tingkat penurunan pengunjung saat ini mencapai lebih dari 70 persen. Oleh karena itu, kami mengadakan lomba ini selain untuk memperingati HBN, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengisi kegiatan siswa sekolah saat melakukan pembelajaran secara daring di rumah,”jelas Bambang Saptono selaku Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat siang(25/9/2020).

Menurut Bambang, dengan masih mewabahnya pandemi Covid-19, sistematika perlombaan peringatan HBN tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya agar tidak terjadi kerumunan massa. Tahun ini karena adanya pandemi COVID-19, perlombaan akan dilakukan secara online dengan mengumpulkan hasil karyanya melalui email museum.batik@yahoo.com. 

"Peserta dapat mengerjakannya di rumah masing-masing. Untuk lomba vlog syaratnya cukup merekam diri sendiri selama dua menit, membuat video dengan konten sesuai tema "Bangkitlah Batik Indonesia" , konten mempromosikan pelayanan Museum Batik sesuai protokol kesehatan.  Kami beri periode pengerjaan mulai 1-7 Oktober 2020,  kemudian dikumpulkan sesuai dengan batas pengumpulan, yaitu 8 Oktober,”imbuhnya.

Jenis perlombaan pada tahun ini meliputi kategori membatik dan kategori vlog. Dalam kategori membatik, terdapat tingkatan TK, SD, SMP, SMA hingga umum. Pemenang pada setiap kategori akan mendapatkan hadiah total jutaan rupiah. Bambang berharap, dengan adanya kegiatan perlombaan ini mampu membangkitkan kembali ketertarikan masyarakat untuk berkunjung dan belajar membatik ke Museum. 

" Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri, dapat datang Museum Batik untuk mendaftar dan mendapatkan materi untuk pelaksanaan membatik dari rumah. Namun bila peserta berhalangan hadir, dapat diwakilkan oleh guru atau orang tuanya. Selama adaptasi kebiasaan baru ini,  Museum Batik telah menerapkan berbagai protokol kesehatan, seperti penyediaan tempat cuci tangan, handsinitizer hingga pengecekan thermogun kepada pengunjung. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir untuk mengunjungi museum saat ini,”tandasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)