Peringati Hari Anak Nasional, TBM Dimurti Ajak Pelajar Usia Dini Nikmati Serunya Mendongeng

Peringati Hari Anak Nasional, TBM Dimurti Ajak Pelajar Usia Dini Nikmati Serunya Mendongeng

Kota Pekalongan – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Dimurti menggelar kegiatan mendongeng yang diikuti sekitar 100 pelajar usia dini di Kota Pekalongan, Kamis (23/7/2026), di Perpustakaan Daerah setempat, bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program literasi yang didukung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laili Sukmawati, menilai momentum Hari Anak Nasional sangat tepat untuk menghadirkan kegiatan mendongeng sebagai media menumbuhkan minat literasi sejak dini.

"Anak-anak sangat menyukai kegiatan mendongeng. Melalui cerita yang disampaikan secara menarik, mereka lebih mudah memahami pesan sekaligus terdorong untuk mencintai dunia literasi," terangnya.

Menurutnya, pendekatan kreatif seperti mendongeng menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan literasi kepada anak, sehingga budaya membaca dan belajar dapat tumbuh secara menyenangkan.

Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati, menjelaskan, kegiatan mendongeng merupakan awal dari lima rangkaian program literasi yang akan dilaksanakan. Selanjutnya akan digelar pelatihan pembuatan konten bagi pengelola TBM, pelatihan penulisan naskah film, pelatihan menulis berbasis kearifan lokal, serta forum diskusi kelompok (FGD).

"Tujuan seluruh rangkaian kegiatan ini adalah agar masyarakat semakin melek literasi. Alhamdulillah, respons masyarakat selama ini juga sangat baik. Hampir setiap hari ada anak-anak yang datang membaca, berdiskusi, bahkan kami pernah memfasilitasi podcast untuk pelajar SMA," tuturnya.

TBM Dimurti yang berlokasi di Binagriya, Gang Mangga Nomor 315, telah menjadi ruang belajar masyarakat selama puluhan tahun. Melalui berbagai kegiatan literasi yang terus dikembangkan, TBM Dimurti diharapkan mampu memperkuat budaya membaca, berkarya, dan berkolaborasi di tengah masyarakat Kota Pekalongan.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)