Peresmian Pasar Banjarsari Dijadwalkan Bulan September 2025

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) setempat kembali menunda rencana peresmian Pasar Banjarsari. Semula, peresmian tersebut diagendakan pada Bulan Agustus 2025, bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan yang dianggap sakral bagi bangsa Indonesia. Namun, rencana itu harus diundur lantaran masih terkendala penyelesaian pembangunan jembatan penghubung yang menjadi akses vital di kawasan tersebut.
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono, menjelaskan bahwa, usulan peresmian pada Bulan Agustus sebelumnya telah disampaikan Pemkot Pekalongan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Bahkan, tim teknis dari Kementerian PU RI sudah turun langsung meninjau lokasi pembangunan Pasar Banjarsari untuk memastikan kelayakan peresmian.
“Awalnya, Pemkot mengusulkan peresmian Pasar Banjarsari di Bulan Agustus. Alasannya karena Bulan Agustus merupakan bulan penuh makna bagi bangsa Indonesia. Namun, pihak Kementerian PU menyampaikan bahwa, masih ada pekerjaan pembangunan jembatan penghubung antar gedung yang belum selesai, sehingga peresmian belum bisa dilaksanakan,” terang Supriono saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, Kementerian PU RI hanya memberikan perkiraan waktu peresmian bisa dilaksanakan pada Bulan September 2025. Namun, belum ada tanggal pasti yang ditetapkan. Hal ini menunggu rampungnya pembangunan jembatan penghubung antara gedung A-D dan B-D di kawasan Pasar Banjarsari.
"Target penyelesaian jembatan penghubung tersebut adalah pada awal September 2025. Jadi, setelah itu baru bisa dijadwalkan ulang agenda peresmiannya,” imbuhnya.
Meski peresmian tertunda, Supriono menegaskan bahwa, Pemkot Pekalongan tetap melanjutkan tahapan teknis bagi para pedagang yang sudah mendapat alokasi lapak di Pasar Banjarsari. Proses pengundian kios, los, dan toko telah dilaksanakan pada Juli 2025 lalu secara transparan di Ruang Jlamprang, Kompleks Setda Kota Pekalongan. Setelah itu, pembagian kunci kios, los dan toko juga telah dilakukan secara bertahap mulai 29 Juli hingga 5 Agustus 2025. Saat ini, para pedagang yang sudah menerima kunci lapaknya tengah menata tempat dagangannya, namun belum beroperasi lapaknya.
“Alhamdulillah, proses pengundian lapak hingga pembagian kunci berjalan lancar. Para pedagang sudah memiliki kepastian tempat. Tinggal menunggu peresmian secara resmi, barulah aktivitas perdagangan bisa berlangsung penuh di pasar tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriono menyampaikan bahwa, Pemkot Pekalongan berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian seluruh pekerjaan fisik agar para pedagang dapat segera menempati kios, los maupun tokonya yang sudah disediakan. Pembangunan jembatan penghubung menjadi prioritas utama karena menjadi jalur sirkulasi utama antarblok bangunan. Tanpa jembatan tersebut, aktivitas perdagangan dinilai belum maksimal.
Ia berharap, dengan selesainya pembangunan infrastruktur penunjang dan diresmikannya Pasar Banjarsari pada September mendatang, para pedagang bisa segera beroperasi dengan nyaman dan masyarakat pun memiliki pusat perbelanjaan yang lebih tertata, representatif, serta modern.
“InsyaAllah, begitu pekerjaan jembatan selesai, kita akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian PU untuk menentukan tanggal peresmian. Harapan kita bersama, peresmian bisa dilakukan di Bulan September, sehingga Pasar Banjarsari segera bisa menjadi denyut ekonomi baru di Kota Pekalongan,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF