Perdana Digelar, Lomba Memancing Antar OPD Meriahkan HUT ke-80 RI Tingkat Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di tingkat Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan semakin terasa dengan hadirnya beragam lomba kreatif dan unik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah lomba memancing antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang untuk pertama kalinya digelar di lingkungan Pemkot Pekalongan.
Panitia HUT ke-80 RI tingkat Pemkot Pekalongan, Mualim, mengungkapkan bahwa, lomba memancing ini merupakan gagasan dari para pegawai Pemkot yang ingin ada kegiatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, pesertanya sangat antusias. Hampir semua OPD mengirimkan perwakilannya. Total ada sekitar 60 peserta yang ikut, masing-masing OPD atau BUMD diwakili dua orang, terdiri dari kepala OPD atau pejabat setingkat (sekretaris dinas, kabid, kasi) didampingi satu pegawai ASN staf lainnya,” jelasnya saat ditemui di sela-sela Lomba Memancing tingkat Pemkot Pekalongan yang berlangsung di Area Kolam Ikan Pemkot Pekalongan, Kamis (14/8/2025).
Untuk mengikuti lomba ini, panitia tidak memberlakukan persyaratan yang rumit. Peserta cukup memenuhi ketentuan sebagai perwakilan resmi OPD atau BUMD. Peralatan pancing (joran) dibawa masing-masing peserta sesuai kebutuhan, namun ada aturan yang harus dipatuhi, yakni tidak diperbolehkan menggunakan pancing double. Selain itu, umpan ikan wajib menggunakan pelet yang disediakan panitia, bukan membawa sendiri.
Menariknya, lomba memancing ini juga melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pekalongan yang menyediakan sekitar 300–400 ekor ikan nila, termasuk ikan terbesar dengan berat mencapai 1,5 kilogram.
Lomba berlangsung selama 1,5 jam mulai pukul 08.30 WIB. Setiap peserta diberi kesempatan memilih satu ekor ikan hasil pancingan terbesar untuk ditimbang panitia. Penilaian tidak berdasarkan jumlah ikan yang didapat, melainkan berat satu ekor ikan terbesar milik peserta.
“Lomba memancing ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana melatih kesabaran, kejujuran, dan ketelatenan. Nilai-nilai ini relevan dengan tugas seorang ASN dalam melaksanakan tupoksi sehari-hari. Hasil pancingan adalah hak milik peserta dan bisa dibawa pulang,” tambah Mualim.
Setelah penimbangan, panitia menetapkan tiga juara terbaik. Juara 1 diraih tim dari Bapperida dengan ikan seberat 706 gram, disusul Dinas Kominfo di posisi kedua dengan ikan seberat 603 gram, dan Kecamatan Pekalongan Timur di posisi ketiga dengan ikan seberat sekitar 400 gram.
Hadiah yang disediakan panitia cukup unik karena disesuaikan dengan kebutuhan peralatan kantor, seperti dispenser, kipas angin, ember, dan perlengkapan lainnya.
"Hadiah ini kami pilih agar selain menjadi kenang-kenangan, juga bermanfaat untuk menunjang kegiatan di kantor masing-masing,” ujar Mualim.
Salah satu peserta, Sri Mulyani, selaku Inspektur Pembantu (Irban) pada Inspektorat Kota Pekalongan, mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya memancing.
"Seru sekali, walaupun Saya cuma dapat dua ekor. Saya belum pernah memancing sebelumnya, ini pengalaman pertama. Tantangannya ada di umpan pelet yang cepat hancur di air, padahal biasanya kalau mancing lebih cepat dapat ikan jika pakai umpan udang. Tapi justru itu yang bikin menarik, semoga tahun depan diadakan lagi,” tutupnya sambil tersenyum.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF