Perdagangan dan Industri Masih Dominasi Ekonomi Kota Pekalongan

Perdagangan dan Industri Masih Dominasi Ekonomi Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Sektor perdagangan dan industri masih menjadi penopang utama struktur perekonomian Kota Pekalongan. Hal tersebut tergambar dari pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 (SE2026) yang saat ini memasuki tahap akhir pendataan.

Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, mengatakan bahwa SE2026 tidak hanya menyasar usaha berskala besar, tetapi juga mencakup usaha menengah, kecil, mikro, hingga kondisi sosial ekonomi rumah tangga.

“Kalau kita melihat struktur ekonomi dari PDRB, kita disokong oleh tiga sektor, yaitu perdagangan, industri, dan konstruksi. Dalam hasil Sensus Ekonomi ini, perdagangan dan industri masih mendominasi,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Senin (31/8/2026).

Meski demikian, Hayu menyebut terdapat perkembangan positif pada sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum. Pertumbuhan tersebut antara lain terlihat dari semakin berkembangnya usaha kafe dan kuliner di Kota Pekalongan.

Menurutnya, data yang dihimpun melalui SE2026 sangat penting untuk memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi perekonomian daerah. Data tersebut nantinya dapat digunakan dalam penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penghitungan pertumbuhan ekonomi, serta melihat kontribusi masing-masing sektor terhadap perekonomian Kota Pekalongan.

“Dari data agregat itu nanti kita bisa melihat sektor mana yang harus terus ditingkatkan dan didukung, atau sektor mana yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan,” katanya.

Hayu menegaskan, hasil SE2026 nantinya disajikan dalam bentuk data makro atau agregat sehingga tidak menampilkan data individu maupun usaha secara perseorangan. BPS juga memastikan kerahasiaan data yang diberikan masyarakat tetap terjaga.

Ia mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan SE2026. Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang masih ragu, BPS terus melakukan pendekatan melalui kelurahan, RT/RW, maupun berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah terkait.

"Dengan tersedianya data ekonomi yang semakin lengkap dan akurat, SE2026 diharapkan mampu memperkuat dasar perencanaan pembangunan sekaligus membantu pemerintah Kota Pekalongan menentukan arah kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan potensi daerah,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)