Pendidikan Jadi Jalan Baru, Warga Binaan Rutan Pekalongan Raih Harapan

Pendidikan Jadi Jalan Baru, Warga Binaan Rutan Pekalongan Raih Harapan

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket A bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Jumat (24/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam memberikan kesempatan pendidikan sekaligus membuka harapan baru bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan M. Anang Saefulloh. Turut hadir Ketua SKB Kota Pekalongan Lisa Anggraeni, S.Pd., bersama lima tenaga pengajar. Sebanyak 23 warga binaan berstatus narapidana mengikuti program tersebut karena belum pernah mengenyam pendidikan atau belum menamatkan Sekolah Dasar (SD).

Selama tiga tahun, para peserta akan mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum Pendidikan Kesetaraan Paket A. Program ini tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan hak warga binaan atas pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta kepercayaan diri selama menjalani masa pidana.

Salah seorang peserta, Kamaludin, mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan. 

“Saya dulu berhenti sekolah karena kondisi ekonomi keluarga. Waktu ada kesempatan ikut Paket A di Rutan, saya langsung mendaftar karena merasa ini kesempatan yang sangat berharga. Saya ingin bisa membaca, menulis, dan belajar lebih baik lagi,” ujarnya saat ditemui di Rutan setempat, Selasa (28/7/2026).

Ia berharap ijazah Paket A dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke Paket B maupun mencari pekerjaan yang layak setelah bebas. 

“Saya ingin membuktikan meskipun pernah melakukan kesalahan, saya tetap bisa berubah dan punya masa depan yang lebih baik,” tambahnya penuh harap.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. 

“Kami berkomitmen memberikan hak pendidikan kepada setiap warga binaan. Semoga program ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga peserta dapat menyelesaikan pendidikan dasar dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Program Pendidikan Kesetaraan Paket A merupakan tindak lanjut Nota Kesepakatan antara Rutan Kelas IIA Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan serta implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. 

"Dengan dukungan SKB Kota Pekalongan, tenaga pengajar, serta sarana belajar yang disediakan Rutan, program ini diharapkan menjadi jalan baru bagi warga binaan untuk meraih pendidikan, memperbaiki diri, dan kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,"tukas Karutan Nanang.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)