Pendaftar SKB Capai 96 Orang, Fasilitas dan Layanan Pembelajaran Terus Ditingkatkan

Pendaftar SKB Capai 96 Orang, Fasilitas dan Layanan Pembelajaran Terus Ditingkatkan

Kota Pekalongan – Minat masyarakat mengikuti pendidikan di Satuan Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan pada Tahun Ajaran 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, sebanyak 96 peserta didik telah mendaftar pada berbagai program pendidikan, sementara penerimaan peserta didik baru masih dibuka hingga Agustus mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni menyebutkan, jumlah pendaftar tersebut terdiri atas 10 peserta PAUD, 7 peserta Paket A Reguler, 6 peserta Paket A Inklusi, 33 peserta Paket B, dan 40 peserta Paket C. 

"Hingga saat ini sudah ada 96 peserta didik yang mendaftar. Pendaftaran masih kami buka sampai Agustus selama kuota tersedia. Untuk kelas reguler terbuka bagi masyarakat dari mana saja, sedangkan kelas inklusi diperuntukkan bagi warga Kota Pekalongan yang memiliki SKTM," bebernya.

Seiring meningkatnya layanan pendidikan, SKB Kota Pekalongan juga terus melakukan penguatan sarana dan prasarana. Sejak 2025, SKB memperoleh tambahan tiga ruang kelas, satu unit toilet, serta dukungan Papan Internet Digital (PID) yang dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, SKB tetap menerapkan standar akademik dengan kriteria tersendiri dalam kenaikan kelas maupun kelulusan.

Selain memberikan layanan pendidikan kesetaraan, secara konsisten SKB membekali peserta didik dengan berbagai keterampilan vokasional, seperti pelatihan barista dan menjahit. Pada tahun ini, SKB memperoleh bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran tata boga yang akan direalisasikan melalui pengadaan peralatan praktik. 

Lisa mengungkapkan pada proses belajar mengajar, para tutor menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan karakteristik peserta didik, mulai dari anak usia dini, remaja, hingga warga belajar dewasa.

Saat ini, SKB Kota Pekalongan didukung oleh 21 tenaga pendidik yang terdiri atas tiga pamong belajar, 14 tutor, tiga Guru Pendamping Khusus (GPK), dan satu guru PAUD.

Lebih lanjut, Lisa berharap para lulusan tidak hanya menyelesaikan pendidikan kesetaraan, tetapi juga mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

"Harapan kami, semakin banyak lulusan SKB yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tahun sebelumnya sudah ada lulusan yang diterima melalui beasiswa di Undip dan IWIMA, semoga tahun ini jumlahnya semakin meningkat," pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)