Penanganan Sungai Bremi–Meduri Dialokasikan Rp37 Miliar, Pekerjaan Fisik Ditargetkan Mulai Tahun Ini

Kota Pekalongan – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 Miliar pada tahun 2026 untuk penanganan Sungai Bremi dan Sungai Meduri di Kota Pekalongan. Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan dan penguatan tanggul guna mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan, Khaerudin, menjelaskan bahwa, alokasi anggaran itu merupakan hasil tindak lanjut dari kunjungan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PU, Purwantoro, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana ke Kota Pekalongan beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau dampak banjir yang sempat merendam jalur rel kereta api hingga menyebabkan lumpuhnya perjalanan kereta selama sekitar tiga hari.
 
“Untuk penanganan Sungai Bremi–Meduri tahun ini dianggarkan Rp37 Miliar. Sebenarnya rencananya Rp50 Miliar, namun terkena efisiensi,” ujar Khaerudin saat diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin.
 
Ia menyebutkan, anggaran tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Bremi, baik di sisi kanan maupun kiri sungai. Pekerjaan akan dimulai dari wilayah selatan, tepatnya di sekitar stasiun pompa Pabean, dan direncanakan berlanjut hingga wilayah Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK) di sebelah utara jalur Pantura.
 
“Penguatan tanggul kemungkinan menggunakan minipile, seperti yang sudah diterapkan di Sungai Loji dan Sungai Banger,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, Khaerudin menambahkan bahwa, penanganan Sungai Bremi–Meduri dirancang sebagai proyek multiyears. Pemerintah Pusat telah menyampaikan komitmen penganggaran lanjutan yang jauh lebih besar mulai tahun 2027.
 
“Dirjen SDA menyampaikan komitmen bahwa mulai 2027 akan turun anggaran sekitar Rp700 Miliar. Nantinya penanganan Bremi–Meduri akan seperti Sungai Loji dan Banger, ada bendung gerak, pompa besar, kolam retensi, serta tanggul yang diperkuat,” katanya.
 
Terkait jadwal pelaksanaan tahun ini, Khaerudin menyebut saat ini masih dalam tahap koordinasi dan pematangan perencanaan bersama BBWS Pemali–Juana.
 
“Per hari ini kami diundang Balai Besar untuk koordinasi. Dalam waktu dekat akan masuk proses lelang. Diperkirakan pekerjaan fisik bisa mulai sekitar dua bulan ke depan,” pungkasnya.
 
 
(Tim Liputan Kominfo/Dian)