Pemkot Segera Bangun Sistem Pengendali Banjir di Muara Kali Loji dan Kali Banger

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berencana membangun sistem pengendali banjir di sekitar muara Kali Loji dan Kali Banger. Rencana pekerjaan pengendali banjir ini menjadi salah satu program strategis nasional yang akan segera dibangun dan dioperasionalkan dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE saat menyambut Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan Dirjen PSDKP KKP RI,Dr TB Haeru Rahayu, A.Pi, M.Sc dihadapan para kelompok nelayan Pekalongan, bertempat di Kantor Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas PSDKP) Kota Pekalongan yang berada di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, Rabu (4/11/2020).
“Sekarang ini kami sedang melakukan sosialisasi dan pembebasan lahan guna mendukung pekerjaan pembangunan pengendali banjir di sekitar muara Kali Loji dan Kali Banger. Pekerjaan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan banjir dan rob yang terus meningkat setiap tahunnya,” terang Saelany.
Disampaikan Saelany, khusus pembangunan pengendali banjir di muara Kali Loji, proyek ini akan menutup muara Kali Loji dengan tujuan untuk menghentikan masuknya air laut melalui Kali Loji, jauh ke selatan mendekati pusat kota. Sebagai konsekuensi dari pembangunan ini adalah tidak memungkinkannya 300 lebih kapal untuk berlalu lintas di sungai seperti sekarang ini. Oleh karena itu, strategi pentahapan yang disiapkan Pemkot Pekalongan diantaranya, Pemkot telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana sebagai pelaksana pembangunan untuk menyediakan kolam tambat labuh.
“Hasilnya, kami telah membebaskan lahannya dan Alhamdulillah, BBWS berkenan membangunkan kolam tersebut. Namun demikian, kolam tersebut bersifat sementara, karena kami menghendaki, nantinya kapal-kapal tersebut dapat ditambatkan di kolam Pelabuhan onshore,” tuturnya.
Saelany melanjutkan, kedua, Pemkot memberikan ruang pada perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sekarang ini, untuk pemindahan aktivitas usaha docking dan galangan kapal, yang sekarang ini berada di kanan kiri Sungai Loji. Pihaknya berharap, agar konsekuensi ini dapat dipahami oleh para pengusaha, sehingga bersama-sama mencari solusi terbaik guna mengatasi permasalahan banjir dan rob di Kota Pekalongan.
“Terkait dengan penanggulangan rob yg akan dibangun di sekitar muara Loji ini, secara teknis tidak akan memungkinkan beroperasinya kapal di sisi selatan bendungan darurat karena kandas. Dalam pemikiran kami, kami berencana untuk ikut memanfaatkan aset-aset BUMN di bawah pembinaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana di Kota Pekalongan terdapat 2 (dua) BUMN di sekitar Pelabuhan, yaitu : Perum Perindo dan Perum Perinus,”pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
“Sekarang ini kami sedang melakukan sosialisasi dan pembebasan lahan guna mendukung pekerjaan pembangunan pengendali banjir di sekitar muara Kali Loji dan Kali Banger. Pekerjaan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan banjir dan rob yang terus meningkat setiap tahunnya,” terang Saelany.
Disampaikan Saelany, khusus pembangunan pengendali banjir di muara Kali Loji, proyek ini akan menutup muara Kali Loji dengan tujuan untuk menghentikan masuknya air laut melalui Kali Loji, jauh ke selatan mendekati pusat kota. Sebagai konsekuensi dari pembangunan ini adalah tidak memungkinkannya 300 lebih kapal untuk berlalu lintas di sungai seperti sekarang ini. Oleh karena itu, strategi pentahapan yang disiapkan Pemkot Pekalongan diantaranya, Pemkot telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana sebagai pelaksana pembangunan untuk menyediakan kolam tambat labuh.
“Hasilnya, kami telah membebaskan lahannya dan Alhamdulillah, BBWS berkenan membangunkan kolam tersebut. Namun demikian, kolam tersebut bersifat sementara, karena kami menghendaki, nantinya kapal-kapal tersebut dapat ditambatkan di kolam Pelabuhan onshore,” tuturnya.
Saelany melanjutkan, kedua, Pemkot memberikan ruang pada perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sekarang ini, untuk pemindahan aktivitas usaha docking dan galangan kapal, yang sekarang ini berada di kanan kiri Sungai Loji. Pihaknya berharap, agar konsekuensi ini dapat dipahami oleh para pengusaha, sehingga bersama-sama mencari solusi terbaik guna mengatasi permasalahan banjir dan rob di Kota Pekalongan.
“Terkait dengan penanggulangan rob yg akan dibangun di sekitar muara Loji ini, secara teknis tidak akan memungkinkan beroperasinya kapal di sisi selatan bendungan darurat karena kandas. Dalam pemikiran kami, kami berencana untuk ikut memanfaatkan aset-aset BUMN di bawah pembinaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimana di Kota Pekalongan terdapat 2 (dua) BUMN di sekitar Pelabuhan, yaitu : Perum Perindo dan Perum Perinus,”pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF