Pemkot Pekalongan Perluas Jamsostek, UCJ Ditargetkan Tembus 33,88 Persen

Pemkot Pekalongan Perluas Jamsostek, UCJ Ditargetkan Tembus 33,88 Persen
Kota Pekalongan – Upaya memperluas perlindungan bagi pekerja di Kota Pekalongan terus diperkuat. Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) meningkat dari 31,44 persen menjadi 33,88 persen hingga akhir 2026.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinperinaker Kota Pekalongan, Ilena Palupi, mengatakan peningkatan cakupan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Berdasarkan rekapitulasi triwulanan dari BPJS Ketenagakerjaan Kancab Pekalongan, saat ini ada 50.899 peserta aktif dari total potensi 161.875 pekerja. Cakupannya sebesar 31,44 persen,” terang Ilena saat dikonfirmasi Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan sektor pekerja, data per Januari-Juli 2026, peserta aktif dari pekerja penerima upah (PU) mencapai 34.529 orang atau 52,55 persen dari potensi 65.712 pekerja. Kemudian pekerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 12.309 peserta atau 14,69 persen dari potensi 83.800 pekerja. Sementara sektor jasa konstruksi (JAKON) tercatat 4.061 peserta aktif atau 32,85 persen dari potensi 12.363 pekerja.
"Dari total potensi tersebut, masih terdapat 110.976 pekerja yang belum terlindungi. Oleh karena itu, Pemkot Pekalongan terus mendorong perluasan kepesertaan melalui dukungan pembiayaan dari berbagai sumber,"bebernya.
Lanjut Ilena menyebut, salah satunya melalui alokasi DBHCHT sebanyak 2.245 peserta dan BAZNAS sebanyak 1.700 peserta. Dengan total tambahan 3.945 peserta tersebut, jumlah peserta aktif diproyeksikan meningkat menjadi 54.844 orang.
“Dengan adanya tambahan kepesertaan dari DBHCHT dan BAZNAS, cakupan UCJ diproyeksikan naik menjadi 33,88 persen pada akhir tahun 2026,” jelasnya.
Selain melalui dukungan tersebut, Pemkot Pekalongan juga membiayai kepesertaan jaminan sosial bagi 9.163 pekerja. Mereka terdiri atas 1.700 pekerja rentan, 2.739 takmir masjid/mushola/lebe, 1.963 ketua RT/RW, 2.741 kader Posyandu, serta 20 Linmas ton inti.
Menurut Ilena, perluasan perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di Kota Pekalongan.
“Harapannya, semakin banyak pekerja yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya,” harapnya.
Dengan sinergi pembiayaan dan perluasan kepesertaan, ia menegaskan, Pemkot Pekalongan terus berupaya meningkatkan cakupan UCJ secara bertahap.
"Sehingga, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja di Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Upaya memperluas perlindungan bagi pekerja di Kota Pekalongan terus diperkuat. Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) meningkat dari 31,44 persen menjadi 33,88 persen hingga akhir 2026.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinperinaker Kota Pekalongan, Ilena Palupi, mengatakan peningkatan cakupan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Berdasarkan rekapitulasi triwulanan dari BPJS Ketenagakerjaan Kancab Pekalongan, saat ini ada 50.899 peserta aktif dari total potensi 161.875 pekerja. Cakupannya sebesar 31,44 persen,” terang Ilena saat dikonfirmasi Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan sektor pekerja, data per Januari-Juli 2026, peserta aktif dari pekerja penerima upah (PU) mencapai 34.529 orang atau 52,55 persen dari potensi 65.712 pekerja. Kemudian pekerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 12.309 peserta atau 14,69 persen dari potensi 83.800 pekerja. Sementara sektor jasa konstruksi (JAKON) tercatat 4.061 peserta aktif atau 32,85 persen dari potensi 12.363 pekerja.
"Dari total potensi tersebut, masih terdapat 110.976 pekerja yang belum terlindungi. Oleh karena itu, Pemkot Pekalongan terus mendorong perluasan kepesertaan melalui dukungan pembiayaan dari berbagai sumber,"bebernya.
Lanjut Ilena menyebut, salah satunya melalui alokasi DBHCHT sebanyak 2.245 peserta dan BAZNAS sebanyak 1.700 peserta. Dengan total tambahan 3.945 peserta tersebut, jumlah peserta aktif diproyeksikan meningkat menjadi 54.844 orang.
“Dengan adanya tambahan kepesertaan dari DBHCHT dan BAZNAS, cakupan UCJ diproyeksikan naik menjadi 33,88 persen pada akhir tahun 2026,” jelasnya.
Selain melalui dukungan tersebut, Pemkot Pekalongan juga membiayai kepesertaan jaminan sosial bagi 9.163 pekerja. Mereka terdiri atas 1.700 pekerja rentan, 2.739 takmir masjid/mushola/lebe, 1.963 ketua RT/RW, 2.741 kader Posyandu, serta 20 Linmas ton inti.
Menurut Ilena, perluasan perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di Kota Pekalongan.
“Harapannya, semakin banyak pekerja yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya,” harapnya.
Dengan sinergi pembiayaan dan perluasan kepesertaan, ia menegaskan, Pemkot Pekalongan terus berupaya meningkatkan cakupan UCJ secara bertahap.
"Sehingga, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak pekerja di Kota Pekalongan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF