Pemkot Pastikan Stok dan Harga Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha

Pemkot Pastikan Stok dan Harga Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha
Kota Pekalongan — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) bersama tim melakukan pantauan harga dan pasokan hewan kurban di sejumlah titik penjualan, pada 21-22 Mei 2026. Salah satu lokasi yang dipantau yakni kandang kambing di wilayah Pesindon.
Dari hasil pemantauan tersebut, ketersediaan hewan kurban dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Iduladha mendatang. Selain itu, harga hewan kurban di pasaran dinilai masih stabil.
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo melalui Kepala Bidang Perdagangan setempat, Fitria Yuliani Kartika menyampaikan bahwa stok hewan kurban tahun ini masih terkendali dengan baik.
“Alhamdulillah, untuk hewan kurban stoknya aman dan harga di pasaran berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor,” ujarnya usai melakukan pantauan di kandang kambing Pesindon.
Terpisah, Wondo, karyawan penjual hewan pada kandang kurban Umar Damiri, mengatakan minat masyarakat terhadap pembelian kambing kurban mulai mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama menjelang Iduladha.
“Peminat penjualan kambing kurban seperti kemarin meningkat sedikit dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pasokan kambing kurban didatangkan dari sejumlah daerah, di antaranya Wonosobo, Sukorejo, Kesesi, dan Bandar. Untuk harga, kambing dijual mulai Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor tergantung ukuran dan kondisi hewan.
“Penjualan setiap hari sekitar 2 sampai 7 ekor. Biasanya pembeli meningkat menjelang Iduladha,” jelasnya.
Selain penjualan langsung, pihaknya juga menyediakan berbagai layanan tambahan untuk memudahkan masyarakat. Di antaranya jasa titip hewan kurban, layanan pemotongan di lokasi, hingga pengantaran gratis kepada pembeli.
“Kami juga melayani jasa titip, bisa dipotong di sini juga, dan pengantaran gratis,” tandasnya.
Terkait kesehatan hewan kurban, Wondo memastikan seluruh kambing yang dijual telah mendapatkan vaksin dan vitamin sehingga kondisinya sehat serta aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kondisi kesehatan hewan sudah divaksin, diberi vitamin, aman dan tidak ada yang terjangkit PMK,” sambungnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan terus meningkat, stok hewan kurban juga akan ditambah mendekati hari pelaksanaan Iduladha.
“Biasanya stok kami tambah menjelang Iduladha karena peminat meningkat. Kalau tahun lalu terjual kurang lebih 100 kambing,” pungkasnya.
Dengan adanya pantauan dari pemerintah daerah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dalam membeli hewan kurban, baik dari sisi ketersediaan, harga, maupun kesehatan hewan yang dijual.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kota Pekalongan — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) bersama tim melakukan pantauan harga dan pasokan hewan kurban di sejumlah titik penjualan, pada 21-22 Mei 2026. Salah satu lokasi yang dipantau yakni kandang kambing di wilayah Pesindon.
Dari hasil pemantauan tersebut, ketersediaan hewan kurban dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Iduladha mendatang. Selain itu, harga hewan kurban di pasaran dinilai masih stabil.
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Adityo melalui Kepala Bidang Perdagangan setempat, Fitria Yuliani Kartika menyampaikan bahwa stok hewan kurban tahun ini masih terkendali dengan baik.
“Alhamdulillah, untuk hewan kurban stoknya aman dan harga di pasaran berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor,” ujarnya usai melakukan pantauan di kandang kambing Pesindon.
Terpisah, Wondo, karyawan penjual hewan pada kandang kurban Umar Damiri, mengatakan minat masyarakat terhadap pembelian kambing kurban mulai mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama menjelang Iduladha.
“Peminat penjualan kambing kurban seperti kemarin meningkat sedikit dibanding tahun sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, pasokan kambing kurban didatangkan dari sejumlah daerah, di antaranya Wonosobo, Sukorejo, Kesesi, dan Bandar. Untuk harga, kambing dijual mulai Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor tergantung ukuran dan kondisi hewan.
“Penjualan setiap hari sekitar 2 sampai 7 ekor. Biasanya pembeli meningkat menjelang Iduladha,” jelasnya.
Selain penjualan langsung, pihaknya juga menyediakan berbagai layanan tambahan untuk memudahkan masyarakat. Di antaranya jasa titip hewan kurban, layanan pemotongan di lokasi, hingga pengantaran gratis kepada pembeli.
“Kami juga melayani jasa titip, bisa dipotong di sini juga, dan pengantaran gratis,” tandasnya.
Terkait kesehatan hewan kurban, Wondo memastikan seluruh kambing yang dijual telah mendapatkan vaksin dan vitamin sehingga kondisinya sehat serta aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kondisi kesehatan hewan sudah divaksin, diberi vitamin, aman dan tidak ada yang terjangkit PMK,” sambungnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang diperkirakan terus meningkat, stok hewan kurban juga akan ditambah mendekati hari pelaksanaan Iduladha.
“Biasanya stok kami tambah menjelang Iduladha karena peminat meningkat. Kalau tahun lalu terjual kurang lebih 100 kambing,” pungkasnya.
Dengan adanya pantauan dari pemerintah daerah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dalam membeli hewan kurban, baik dari sisi ketersediaan, harga, maupun kesehatan hewan yang dijual.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF