Pemkot Launching SSK SMP Negeri 1 Pekalongan

Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tidak terlepas dari upaya Pemerintah dalam menghadapi era Bonus Demografi di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2035 mendatang. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan secara resmi melaunching SMP Negeri 1 Kota Pekalongan sebagai SSK. Launching dilakukan oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE didampingi Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Khusnul Khotimah, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Wagino, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Pekalongan, Drs Supriono SH Mpd usai kegiatan Walikota Goes to School di SMP Negeri 1 Kota Pekalongan. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita Ruang Pojok Kependudukan, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Kota Pekalongan, Senin (18/11/2019).
Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan atau yang biasa dikenal dengan bonus demografi. Jika fenomena ini dapat dimanfaatkan dengan optimal, maka bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Sehingga, perlunya upaya mrnghadapi era tersebut secara bijak dengan pendidikan kependudukan pada generasi muda, utamanya di sekolah agar mereka menyadari persoalan yang akan dihadapinya mendatang serta mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas yang paham dan sadar
mengenai wawasan kependudukan.
“Hari ini kami mengadakan Walikota Goes to School di SMP Negeri 1 Kota Pekalongan sekaligus melaunching Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang pertama kali di Kota Pekalongan yakni di SMP Negeri 1. Dengan adanya SSK ini, para pelajar akan mengetahui masa depan mereka, menghindari pernikahan dini, paham mengenai hal-hal yang harus dihindari agar tidak menjadi korban pernikahan usia dini, termasuk pacaran sebelum waktunya juga harus dihindari, serta mempersiapkan masa depan agar mereka menjadi anak yang pintar dan benar serta sesuai harapan kita bersama,” terang Saelany.
Dituturkan Saelany, dalam konteks ini, para pelajar perlu diajak untuk Sadar (Aware) mengenai perkembangan jumlah penduduk dunia, kebutuhan dan ketersediaan air, pangan, dan energi, Peduli (Care) mengenai isu-isu kependudukan, serta Melakukan (Do) langkah-langkah aksi nyata melalui perilaku hidup berwawasan kependudukan agar 25 tahun mendatang Indonesia akan menjadi Indonesia emas yang dipersiapkan dari anak mudanya.
“Sekali lagi kami mengajak kepada peserta kegiatan agar dapat merapatkan barisan menyatukan langkah dan tujuan untuk mencapai seluruh sasaran kinerja program ini. Setelah launching SSK yang diawali dari SMP Negeri 1 Pekalongan selanjutnya agar bisa diterapkan juga di semua sekolah baik SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi di Kota Pekalongan,” jelas Saelany.
Sementara itu, Plt Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DinsosP2KB setempat, Ir. Ratminingsih memaparkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, di mana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.
“SSK ini akan diterapkan dan sasarannya tidak hanya murid melainkan juga gurunya, karena guru akan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan LKS yang isinya tugas-tugasnya akan dilakukan siswa terkait dengan lingkungan, UKS, mata pelajaran lain yang terintegrasikan dengan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Sedangkan peran murid disini, mereka diharapkan mempunyai perencanaan ke depan seperti sekolah setinggi-tingginya, meraih karir yang cemerlang, setelah berkeluarga, mereka merencanakan berkeluarga seperti kapan hendak menikah, punya anak, berapa anak yang dilahirkan dan membentuk keluarga yang sejahtera,” pungkas Ratmi.
Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan atau yang biasa dikenal dengan bonus demografi. Jika fenomena ini dapat dimanfaatkan dengan optimal, maka bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Sehingga, perlunya upaya mrnghadapi era tersebut secara bijak dengan pendidikan kependudukan pada generasi muda, utamanya di sekolah agar mereka menyadari persoalan yang akan dihadapinya mendatang serta mendorong mereka untuk tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas yang paham dan sadar
mengenai wawasan kependudukan.
“Hari ini kami mengadakan Walikota Goes to School di SMP Negeri 1 Kota Pekalongan sekaligus melaunching Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang pertama kali di Kota Pekalongan yakni di SMP Negeri 1. Dengan adanya SSK ini, para pelajar akan mengetahui masa depan mereka, menghindari pernikahan dini, paham mengenai hal-hal yang harus dihindari agar tidak menjadi korban pernikahan usia dini, termasuk pacaran sebelum waktunya juga harus dihindari, serta mempersiapkan masa depan agar mereka menjadi anak yang pintar dan benar serta sesuai harapan kita bersama,” terang Saelany.
Dituturkan Saelany, dalam konteks ini, para pelajar perlu diajak untuk Sadar (Aware) mengenai perkembangan jumlah penduduk dunia, kebutuhan dan ketersediaan air, pangan, dan energi, Peduli (Care) mengenai isu-isu kependudukan, serta Melakukan (Do) langkah-langkah aksi nyata melalui perilaku hidup berwawasan kependudukan agar 25 tahun mendatang Indonesia akan menjadi Indonesia emas yang dipersiapkan dari anak mudanya.
“Sekali lagi kami mengajak kepada peserta kegiatan agar dapat merapatkan barisan menyatukan langkah dan tujuan untuk mencapai seluruh sasaran kinerja program ini. Setelah launching SSK yang diawali dari SMP Negeri 1 Pekalongan selanjutnya agar bisa diterapkan juga di semua sekolah baik SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi di Kota Pekalongan,” jelas Saelany.
Sementara itu, Plt Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DinsosP2KB setempat, Ir. Ratminingsih memaparkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran, di mana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.
“SSK ini akan diterapkan dan sasarannya tidak hanya murid melainkan juga gurunya, karena guru akan membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan LKS yang isinya tugas-tugasnya akan dilakukan siswa terkait dengan lingkungan, UKS, mata pelajaran lain yang terintegrasikan dengan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Sedangkan peran murid disini, mereka diharapkan mempunyai perencanaan ke depan seperti sekolah setinggi-tingginya, meraih karir yang cemerlang, setelah berkeluarga, mereka merencanakan berkeluarga seperti kapan hendak menikah, punya anak, berapa anak yang dilahirkan dan membentuk keluarga yang sejahtera,” pungkas Ratmi.
PRINT +
DOWNLOAD PDF