Pemkot Dorong 3 Usaha Investor Skala Besar Bisa Beroperasional Tahun ini

Di tengah mulai bergeliatnya sektor usaha pasca pandemi, di Tahun 2023 ini, sebanyak 3 investor berskala besar akan menanamkan usahanya di Kota Pekalongan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mendorong agar usaha penanaman modal dari ketiga investor besar tersebut, bisa beroperasional di tahun ini.
Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Beno Heritriono menyampaikan bahwa, meski luas wilayah Kota Pekalongan yang terbatas, namun kota ini tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan perdagangan, perindustrian, dan kebudayaan, dan sebagainya yang kian tumbuh pesat, sehingga menjadi wilayah tujuan investasi. Beno menyebutkan, di Tahun 2023 sudah ada tiga investor yang mengajukan perizinan usahanya, yakni 2 sektor jasa perhotelan bintang 3 yakni Aston dan Amaris Hotel dan 1 sektor industri makanan cepat saji yaitu Mc Donald's.
"Sebelumnya, untuk Aston Hotel sudah mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kita sudah dorong mereka untuk beroperasional di tahun ini," ucap Beno.
Menurutnya, saat ini progres di lapangan, tahapan pembangunan hotel tersebut sudah masuk tahapan finishing. Sehingga, ditargetkan sekitar Bulan Oktober sudah bisa beroperasional.
"Kemudian, ada Amaris Hotel lokasinya nanti di Jalan dr Sutomo (depan Mako Brimob Kalibanger) yang saat ini sudah proses mengajukan perizinannya dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL)," terangnya.
Lanjutnya, sementara untuk sektor industri makanan Mc Donald's saat ini sudah proses untuk pembangunan fisik perizinan bangunan gedungnya. Usai ketiga usaha penanaman modal skala besar ini rampung pembangunan fisiknya, Beno berharap, hal ini bisa
menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran terbuka sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat di Kota Pekalongan.
"Untuk nilai investasi yang ditanamkan investor dari pembangunan Amaris Hotel direncanakan sekitar Rp50 Milliar, untuk sektor industri Mc Donald's sekitar Rp25 Milliar. Meskipun, kami terus mengkajinya, karena nilai investasi akan dihitung setelah usaha tersebut beroperasional. Setelah usaha ketiganya bisa beroperasional di Kota Pekalongan, paling tidak masyarakat lokal ataupun pengunjung/wisatawan bisa mencari beragam penginapan yang nyaman dan kulineran di Kota Pekalongan," pungkasnya.
Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Beno Heritriono menyampaikan bahwa, meski luas wilayah Kota Pekalongan yang terbatas, namun kota ini tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan perdagangan, perindustrian, dan kebudayaan, dan sebagainya yang kian tumbuh pesat, sehingga menjadi wilayah tujuan investasi. Beno menyebutkan, di Tahun 2023 sudah ada tiga investor yang mengajukan perizinan usahanya, yakni 2 sektor jasa perhotelan bintang 3 yakni Aston dan Amaris Hotel dan 1 sektor industri makanan cepat saji yaitu Mc Donald's.
"Sebelumnya, untuk Aston Hotel sudah mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kita sudah dorong mereka untuk beroperasional di tahun ini," ucap Beno.
Menurutnya, saat ini progres di lapangan, tahapan pembangunan hotel tersebut sudah masuk tahapan finishing. Sehingga, ditargetkan sekitar Bulan Oktober sudah bisa beroperasional.
"Kemudian, ada Amaris Hotel lokasinya nanti di Jalan dr Sutomo (depan Mako Brimob Kalibanger) yang saat ini sudah proses mengajukan perizinannya dan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL)," terangnya.
Lanjutnya, sementara untuk sektor industri makanan Mc Donald's saat ini sudah proses untuk pembangunan fisik perizinan bangunan gedungnya. Usai ketiga usaha penanaman modal skala besar ini rampung pembangunan fisiknya, Beno berharap, hal ini bisa
menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran terbuka sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat di Kota Pekalongan.
"Untuk nilai investasi yang ditanamkan investor dari pembangunan Amaris Hotel direncanakan sekitar Rp50 Milliar, untuk sektor industri Mc Donald's sekitar Rp25 Milliar. Meskipun, kami terus mengkajinya, karena nilai investasi akan dihitung setelah usaha tersebut beroperasional. Setelah usaha ketiganya bisa beroperasional di Kota Pekalongan, paling tidak masyarakat lokal ataupun pengunjung/wisatawan bisa mencari beragam penginapan yang nyaman dan kulineran di Kota Pekalongan," pungkasnya.
PRINT +
DOWNLOAD PDF