Pemkot dan Kemendikbud Sinergi Galakkan Pendidikan Keluarga

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) menggelar Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengawas, penilik, kepala satuan pendidikan jenjang PAUD (TK/KB/SPS), jenjang Dikdas (SD, SMP) dan PNF tentang pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan. Kegiatan yang menyasar 342 orang ini dibagi menjadi dua angkatan yakni masing-masing 171 orang yang dilaksanakan di Ruang Mataram Hotel Nirwana Pekalongan, Kamis (29/8/2019) dan Jumat (30/8/2019).
Usai membuka sosialisasi, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE menyampakan ucapan terima kasih atas kerjasama Pemerintah Kota Pekalongan dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak dalam rangka menciptakan anak yang cerdas dan berakhlak.
“Krisis pendidikan keluarga ini tidak lain karena dinamika kesibukan orang tua dihadapkan pada era globalisasi dengan perkembangan teknologi ini gadget dapat mempengaruhi pola pikir. Permasalahan pendidikan tentu tak hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk mendukung harmonisasi dan keberhasilan pendidikan,” ungkap Saelany.
Menurut Saelany tiga elemen yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terlibat untuk mewujudkan kerjasama keselarasan pendidikan. Orang tua diharapkan ikut terlibat mengawasi pendidikan anak di sekolah, mengutamakan komunikasi dengan anak agar tak terjerumus dengan hal-hal negatif, memberikan apresiasi atas segala prestasi yang didapat anak. “Jika hal ini dilakukan, anak tak hanya pintar tapi juga benar, menjadi pribadi yang berkarakter positif. Mari bersama-sama sinergi untuk mendukung pendidikan anak,” ajak Saelany.
Sementara itu, Kepala Seksi Evaluasi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Edy SS Mpd menjelaskan bahwa di Kemendikbud program ini sedang kami kembangkan terkait dengan pelibatan orang tua di satuan pendidikan. Ini merupakan program baru yang penting karena selama ini orang tua belum banyak terlibat. “Dengan adanya pendidikan keluarga ini peran keluarga di satuan pendidikan diharapkan lebih fokus dan aktif sehingga ada sinergitas antara yang dilakukan di sekolah dan di rumah sehingga tidak ada garis batas antara orang tua dan sekolah,” beber Edy.
Lanjut Edy mengungkapkan, konsep pendidikan di rumah juga harus disesuaikan dengan di rumah, begitu sebaliknya. Koordinasi orang tua dengan sekolah harus terjalin dengan sinkron sehingga konsep pendidikan melahirkan anak yang berkualitas. “Waktu di rumah yang lebih banyak harus dimanfaatkan orang tua untuk mengawasi, mendidik, dan mengasuh anak dengan sebaik-baiknya,” tegas Edy.
Langkah yang harus dilakukan sekolah yakni membuat kebijakan pendidikan siswa dengan melibatkan peran aktif orang tua melalui kelas inspirasi, kelas parenting, gelar karya, dan sebagainya. Jadi konsep pendidikan keluarga ini dimulai dengan menjalin komunikasi aktif antara orang tua dan sekolah. “Pendidikan keluarga ini juga memberikan nilai tambah yakni memberikan kompetensi yang baik bagi para orang tua melalui kelas parentingnya. Orang tua diharapkan dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi anaknya serta terlibat aktif dalam kegiatan pentas seni dan gelar karya, memberi apresiasi atas prestasi akademik dan nonakademiknya,” pungkas Edy.
Kepala sekolah yang hadir di sini ditekankan untuk menjadi agen perubahan dengan membuat kebijakan di sekolah untuk melibatkan orang tua dalam pendidikan mengacu pada Permendikbud No 30 tahun 2017 terkait Pelibatan Orang Tua di Satuan Pendidikan.
PRINT +
DOWNLOAD PDF