Pemkot Beri Apresiasi Tinggi Film Alang-Alang

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (PARBUDPORA) setempat hadir dalam acara Road show Film Alang-Alang di Galore Cafe,Kamis(17/11/2021). Pada acara tersebut, Kepala PARBUDPORA, Sutarno S.H., M.M., hadir mewakili Walikota Pekalongan yang tidak dapat hadir secara langsung.
Pada acara tersebut, Sutarno menyampaikan rasa bangga, terima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada sutradara, pemain, dan seluruh kru film Alang-Alang karena telah mengangkat kembali kisah kejayaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan dengan melakukan hampir 70% proses shooting dilakukan di TPI Kota Pekalongan ini.
“Syukur Alhamdulillah, kami atas nama Dinas Pemkot Pekalongan berterima kasih kepada sutradara kebetulan lahir di Kota Pekalongan, pemain serta kru film Alang-Alang sudah menjadikan Kota Pekalongan khususnya TPI sebagai lokasi shooting. Kami berharap dengan diambilnya shooting film Alang-Alang di Pekalongan ini dapat membawa dampak positif yaitu dapat mengangkat kejayaan TPI Kota Pekalongan lagi,” ungkap Sutarno S.H., M.M.
Lebih lanjut, Sutarno menyebutkan tahun 1987 merupakan puncak kejayaan TPI Kota Pekalongan dan merupakan tempat pelelangan ikan terbesar ke-2 di Indonesia. Dengan adanya TPI Kota Pekalongan sangat membawa dampak ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat Kota Pekalongan, lebih lagi Pekalongan terletak di pesisir Utara Jawa Tengah.
Sementara itu, Sutradara Film Alang-Alang Khusnul Khitam, menuturkan Film Alang-Alang merupakan film ke-3 yang diproduksi oleh aksa bumi langit setelah film Negeri Dongeng dan film Nona dan rencana akan tanyang di awal tahun 2022. Ide cerita dan gagasan muncul dari Kota Pekalongan sehingga proses shooting juga di lakukan di beberapa tempat Kota Pekalongan yakni di TPI Pekalongan, Kampung Cina dan Pantai Slamaran.
“Ide cerita dan gagasannya muncul dari Kota Pekalongan, saya pikir tidak ada salahnya shooting di kota Pekalongan, mungkin bonusnya saya lahir dan besar dari Kota Pekalongan, jadi membuat film ini seperti pulang kampung,” tutur Khusnul Khitam.
Disampaikan oleh Khusnul Khitam Film dokumenter Alang-Alang sudah buat di tahun 2005, saat sang sutradara masih kuliah. Kemudian keingan dan kegelisahannya membuat ia ingin membuat versi panjang karena menurutnya ada hal-hal dan rasa yang belum tersampaikan pada film dokumenter sebelumnya.
Disela-sela acara Road Show Film Alang-Alang sang sutradara menceritakan pengalaman yang unik saat poses shooting dimana tiba-tiba air rob muncul. “Saya rasa ini merupakan bagian dari alam, alam hadir menyambut proses kami shooting dan kami justru kami tidak menghentikan proses shootingnya. Air rob yang dating tidak terlalu tinggi dan kecil jadi justru menjadi visual yang makin artistik,”ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khusnul Khitam berharap setelah para penikmat film menonton Alng-Alang dapat memberikan refleksi, menumbuhkan kesadaran yang lebih khususnya untuk para remaja, dewasa dan orang tua untuk lebih menyadari peran pentingnya mereka di depan anak-anak dan memberikan ruang kepada anak-anak agar mereka dapat mewujudkan mimpi dan harapan mereka, bukan lagi menjauhkan mereka dari mimpi-mimpinya.
“Pesan untuk temen-temen film maker di pekalongan, ketika kalian ingin membuat film, teruskan itu, fokus, terus belajar dan tekun karena dengan ketekunan kita biasa expert, kalua sudah expert semua akan lebih mudah dan enak. Cintai profesinya dan tekuni hingga menjadi expert,” pungkasnya.
Di akhir acara, Khusnul Khitam menambahkan agar kedepan temen-temen film maker harus lebih produktif lagi karena festival film, khususnya film pendek semakin banyak di Indonesia. Dan ia berharap Pemerintah Kota juga harus melihat ekosistem film yang semakin meningkat dan memberikan wadah serta ruang untuk para film maker.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Pada acara tersebut, Sutarno menyampaikan rasa bangga, terima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada sutradara, pemain, dan seluruh kru film Alang-Alang karena telah mengangkat kembali kisah kejayaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan dengan melakukan hampir 70% proses shooting dilakukan di TPI Kota Pekalongan ini.
“Syukur Alhamdulillah, kami atas nama Dinas Pemkot Pekalongan berterima kasih kepada sutradara kebetulan lahir di Kota Pekalongan, pemain serta kru film Alang-Alang sudah menjadikan Kota Pekalongan khususnya TPI sebagai lokasi shooting. Kami berharap dengan diambilnya shooting film Alang-Alang di Pekalongan ini dapat membawa dampak positif yaitu dapat mengangkat kejayaan TPI Kota Pekalongan lagi,” ungkap Sutarno S.H., M.M.
Lebih lanjut, Sutarno menyebutkan tahun 1987 merupakan puncak kejayaan TPI Kota Pekalongan dan merupakan tempat pelelangan ikan terbesar ke-2 di Indonesia. Dengan adanya TPI Kota Pekalongan sangat membawa dampak ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat Kota Pekalongan, lebih lagi Pekalongan terletak di pesisir Utara Jawa Tengah.
Sementara itu, Sutradara Film Alang-Alang Khusnul Khitam, menuturkan Film Alang-Alang merupakan film ke-3 yang diproduksi oleh aksa bumi langit setelah film Negeri Dongeng dan film Nona dan rencana akan tanyang di awal tahun 2022. Ide cerita dan gagasan muncul dari Kota Pekalongan sehingga proses shooting juga di lakukan di beberapa tempat Kota Pekalongan yakni di TPI Pekalongan, Kampung Cina dan Pantai Slamaran.
“Ide cerita dan gagasannya muncul dari Kota Pekalongan, saya pikir tidak ada salahnya shooting di kota Pekalongan, mungkin bonusnya saya lahir dan besar dari Kota Pekalongan, jadi membuat film ini seperti pulang kampung,” tutur Khusnul Khitam.
Disampaikan oleh Khusnul Khitam Film dokumenter Alang-Alang sudah buat di tahun 2005, saat sang sutradara masih kuliah. Kemudian keingan dan kegelisahannya membuat ia ingin membuat versi panjang karena menurutnya ada hal-hal dan rasa yang belum tersampaikan pada film dokumenter sebelumnya.
Disela-sela acara Road Show Film Alang-Alang sang sutradara menceritakan pengalaman yang unik saat poses shooting dimana tiba-tiba air rob muncul. “Saya rasa ini merupakan bagian dari alam, alam hadir menyambut proses kami shooting dan kami justru kami tidak menghentikan proses shootingnya. Air rob yang dating tidak terlalu tinggi dan kecil jadi justru menjadi visual yang makin artistik,”ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khusnul Khitam berharap setelah para penikmat film menonton Alng-Alang dapat memberikan refleksi, menumbuhkan kesadaran yang lebih khususnya untuk para remaja, dewasa dan orang tua untuk lebih menyadari peran pentingnya mereka di depan anak-anak dan memberikan ruang kepada anak-anak agar mereka dapat mewujudkan mimpi dan harapan mereka, bukan lagi menjauhkan mereka dari mimpi-mimpinya.
“Pesan untuk temen-temen film maker di pekalongan, ketika kalian ingin membuat film, teruskan itu, fokus, terus belajar dan tekun karena dengan ketekunan kita biasa expert, kalua sudah expert semua akan lebih mudah dan enak. Cintai profesinya dan tekuni hingga menjadi expert,” pungkasnya.
Di akhir acara, Khusnul Khitam menambahkan agar kedepan temen-temen film maker harus lebih produktif lagi karena festival film, khususnya film pendek semakin banyak di Indonesia. Dan ia berharap Pemerintah Kota juga harus melihat ekosistem film yang semakin meningkat dan memberikan wadah serta ruang untuk para film maker.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF