Pemkot Akan Gelar SSB UBKD 2020

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat akan melakukan Simulasi Skala Besar (SSB) Asesmen Kompetensi Minimun (AKM) Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) 2020 untuk satuan pendidikan jenjang SMP/MTS, dan SD/MI yang diselenggarakan mulai tanggal  1 dan 8 Desember 2020. 

Adapun siswa yang dilibatkan paling banyak yakni lima orang tiap satuan pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Unang Suharyogi SPd MM saat ditemui diruang kerjanya, Senin (16/11/2020). 

Unang menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan SSB UBKD 2020 akan diikuti sebanyak 15 SD, 5 MI 28 SMP, dan 5 MTS. Dimana masing-masing sekolah terdiri dari lima siswa dan guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG). 

“Sebelumnya para guru sudah kami latih pada Kamis (12/11) - Jumat (13/11) lalu. Kami menghadirkan 15 guru dari KKG yang nantinya akan mendampingi siswa pada saat simulasi SSB UBKD,” ungkap Unang.

Adapun jadwal pelaksanaan simulai SSB UBKD yakni jenjang SMP/MTS pada tanggal 1 Desember untuk kelas VIII, sedangkan untuk jenjang SD/MI akan dilakukan pada tanggal 8 Desember 2020 untuk kelas IV. Unang menambahkan, meskipun pada pelaksanaan simulasi SSB UBKD hanya dilakukan sampling sekolah, namun pada saat pelaksaan UBKD 2021 yang rencananya akan diterapkan pada bulan Agustus di seluruh satuan pendidikan dari SD/MI hingga SMA/SMK.

“Kami berkolaborasi dengan Kemenag, mengingat kondisinya tentu akan berbeda tiap sekolah, sehingga hasil yang didapatkan nanti akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi guru. Sample anak yang dipilih tidak ditentukan dari sekolah melainkan dair pusat melalui dapodik,” tutur Unang.

ia berharap siswa tidak hanya memiliki kompetensi literasi dan numerasi yang baik namun juga terbentuk karakter dan kepedulian lingkungan. 

“Poin yang diujikan tidak hanya numeric dan literasi tetapi juga survei karakter dan lingkungan, ini penting untuk disampaikan ke anak untuk menjadi bekal anak ke depan. Kami juga mengimbau, untuk tidak menempatkan anak pada kondisi seperti UN, namun simulasi ini dijadikan sebagai proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga menangkis kesan menakutkan,” kata Unang.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)