Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Dorong Penguatan Budaya Baca hingga Tingkat Keluarga

Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Dorong Penguatan Budaya Baca hingga Tingkat Keluarga
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Tingkat Kota Pekalongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peran Bunda Literasi Kecamatan dalam menggerakkan masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas gerakan literasi hingga tingkat keluarga.
Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Ghufron Faza menjelaskan, pemilihan tersebut ditujukan untuk memberikan apresiasi terhadap Bunda Literasi Kecamatan yang dinilai mampu mengembangkan dan menggerakkan budaya literasi di wilayahnya.
“Yang kita nilai adalah bagaimana Bunda Literasi Kecamatan bisa menggerakkan masyarakat dan menggandeng seluruh stakeholder yang ada di kecamatan, termasuk Bunda Literasi Kelurahan,” jelasnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Selasa (1/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa gerakan literasi perlu dibangun secara berjenjang dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Keluarga sebagai lingkungan terkecil menjadi fondasi awal, kemudian diperkuat melalui lingkungan RT/RW, kelurahan, kecamatan, sekolah, hingga masyarakat secara luas.
Dengan sinergi tersebut, budaya membaca diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan budaya literasi.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan, Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan merupakan rangkaian penilaian yang telah memasuki tahap kedua. Sebelumnya, pada 27 Agustus 2026, tim telah melakukan verifikasi lapangan dan visitasi secara langsung untuk melihat dokumentasi serta dokumen kegiatan Bunda Literasi Kecamatan, dengan turut didampingi Bunda Literasi Kelurahan.
“Untuk hari ini merupakan bentuk penilaian Bunda Literasi secara langsung melalui presentasi dan orasi. Mereka menyampaikan apa yang akan dilakukan sebagai Bunda Literasi Kecamatan, termasuk keterlibatan, sinergi dengan berbagai pihak, serta dampak program yang sudah dijalankan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap proses pemilihan tersebut tidak hanya menghasilkan Bunda Literasi Kecamatan terbaik, tetapi juga semakin memotivasi para Bunda Literasi untuk mengembangkan gerakan literasi secara berkelanjutan dan menularkannya hingga tingkat kelurahan serta masyarakat.
Ia melihat gerakan literasi perlu dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sekolah, kemudian diperkuat melalui perpustakaan, pojok baca, hingga berbagai elemen masyarakat. Literasi yang dikembangkan pun tidak terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup literasi digital.
“Kita mulai dari keluarga, sekolah-sekolah, perpustakaan, pojok-pojok baca sampai masyarakat. Kita gelorakan lagi semangat untuk membaca dan literasinya,” imbuhnya.
Inggit berharap sinergi seluruh pihak tersebut mampu meningkatkan budaya literasi masyarakat Kota Pekalongan sekaligus mendorong peningkatan IPLM Kota Pekalongan dan memberikan kontribusi positif terhadap capaian literasi di Jawa Tengah.
Hasil Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Tingkat Kota Pekalongan selanjutnya akan diumumkan setelah seluruh proses penilaian oleh tim juri selesai.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Tingkat Kota Pekalongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peran Bunda Literasi Kecamatan dalam menggerakkan masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus memperluas gerakan literasi hingga tingkat keluarga.
Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Ghufron Faza menjelaskan, pemilihan tersebut ditujukan untuk memberikan apresiasi terhadap Bunda Literasi Kecamatan yang dinilai mampu mengembangkan dan menggerakkan budaya literasi di wilayahnya.
“Yang kita nilai adalah bagaimana Bunda Literasi Kecamatan bisa menggerakkan masyarakat dan menggandeng seluruh stakeholder yang ada di kecamatan, termasuk Bunda Literasi Kelurahan,” jelasnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Selasa (1/9/2026).
Ia mengungkapkan bahwa gerakan literasi perlu dibangun secara berjenjang dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Keluarga sebagai lingkungan terkecil menjadi fondasi awal, kemudian diperkuat melalui lingkungan RT/RW, kelurahan, kecamatan, sekolah, hingga masyarakat secara luas.
Dengan sinergi tersebut, budaya membaca diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penguatan budaya literasi.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengungkapkan, Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan merupakan rangkaian penilaian yang telah memasuki tahap kedua. Sebelumnya, pada 27 Agustus 2026, tim telah melakukan verifikasi lapangan dan visitasi secara langsung untuk melihat dokumentasi serta dokumen kegiatan Bunda Literasi Kecamatan, dengan turut didampingi Bunda Literasi Kelurahan.
“Untuk hari ini merupakan bentuk penilaian Bunda Literasi secara langsung melalui presentasi dan orasi. Mereka menyampaikan apa yang akan dilakukan sebagai Bunda Literasi Kecamatan, termasuk keterlibatan, sinergi dengan berbagai pihak, serta dampak program yang sudah dijalankan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap proses pemilihan tersebut tidak hanya menghasilkan Bunda Literasi Kecamatan terbaik, tetapi juga semakin memotivasi para Bunda Literasi untuk mengembangkan gerakan literasi secara berkelanjutan dan menularkannya hingga tingkat kelurahan serta masyarakat.
Ia melihat gerakan literasi perlu dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan sekolah, kemudian diperkuat melalui perpustakaan, pojok baca, hingga berbagai elemen masyarakat. Literasi yang dikembangkan pun tidak terbatas pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup literasi digital.
“Kita mulai dari keluarga, sekolah-sekolah, perpustakaan, pojok-pojok baca sampai masyarakat. Kita gelorakan lagi semangat untuk membaca dan literasinya,” imbuhnya.
Inggit berharap sinergi seluruh pihak tersebut mampu meningkatkan budaya literasi masyarakat Kota Pekalongan sekaligus mendorong peningkatan IPLM Kota Pekalongan dan memberikan kontribusi positif terhadap capaian literasi di Jawa Tengah.
Hasil Pemilihan Bunda Literasi Kecamatan Tingkat Kota Pekalongan selanjutnya akan diumumkan setelah seluruh proses penilaian oleh tim juri selesai.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF