Pelayanan RPSBM Dioptimalkan, Keluarga Diminta Berperan Aktif dalam Pemulihan ODGJ

Pelayanan RPSBM Dioptimalkan, Keluarga Diminta Berperan Aktif dalam Pemulihan ODGJ
 
Kota Pekalongan — Pemerintah terus mendorong optimalisasi layanan di Rumah Perlindungan Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) guna meningkatkan kualitas penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
 
Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosidi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial setempat, Wildan Zuhad mengatakan bahwa ke depan, pelayanan di RPSBM diharapkan dapat berjalan lebih maksimal, tidak hanya dalam penanganan, tetapi juga dalam mempersiapkan klien agar mampu kembali ke lingkungan keluarga.
 
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pemulihan. ODGJ yang telah mendapatkan penanganan di RPSBM diharapkan dapat diterima kembali oleh keluarga dan tidak terus-menerus dipasrahkan untuk tinggal di fasilitas pelayanan sosial.
 
“Jika kondisi mereka sudah membaik setelah mendapatkan penanganan, maka keluarga diharapkan bisa menerima dan memberikan dukungan. Jangan sampai mereka dipasrahkan selamanya di RPSBM,” ujarnya.
 
Ia mengungkapkan bahwa seluruh layanan di RPSBM diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial yang inklusif dan merata bagi masyarakat.
 
Selain layanan utama, RPSBM juga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang bertujuan mendukung pemulihan pasien secara menyeluruh. Kegiatan tersebut meliputi pengajian bekerja sama dengan Kementerian Agama, bimbingan fisik melalui olahraga, hingga kegiatan kerja bakti.
 
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan kerja bakti yang dilakukan bukan bertujuan untuk memanfaatkan pasien, melainkan sebagai bagian dari proses pembinaan.
 
“Kerja bakti ini untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ini juga bagian dari pembentukan tanggung jawab dan kemandirian,” jelasnya.
 
Dengan pendekatan yang mencakup aspek sosial, fisik, dan spiritual, diharapkan para pasien dapat pulih secara bertahap serta mampu kembali berfungsi di tengah keluarga dan masyarakat.
 
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk turut menghilangkan stigma terhadap ODGJ serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan penuh empati.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)