Pelatihan Jurnalisme Iklim Perkuat Peran Kontributor KIBAS

Pelatihan Jurnalisme Iklim Perkuat Peran Kontributor KIBAS
Kota Pekalongan – Kemitraan Indonesia bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat menggelar Pelatihan Penguatan Jurnalisme Adaptasi Perubahan Iklim di Hotel Howard Johnson Pekalongan, Senin-Selasa, 29-30 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti Kelompok Kerja Perubahan Iklim (Pokja PI), komunitas masyarakat, serta perwakilan OPD ini bertujuan memperkuat kapasitas kontributor dalam mendokumentasikan berbagai aksi dan pembelajaran adaptasi perubahan iklim melalui platform KIBAS (Ketahanan Iklim Berbasis Masyarakat).
Saat membuka kegiatan, Team Leader PMU Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, menegaskan pentingnya peran kontributor dalam menjaga keberlanjutan informasi di KIBAS. Menurutnya, informasi adaptasi perubahan iklim harus disajikan secara mudah dipahami agar dapat menjadi sarana edukasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai risiko bencana.
Arief menjelaskan, KIBAS yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Pekalongan sejak pertengahan 2025 berpotensi dikembangkan sebagai media informasi iklim hingga sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS). Namun, keberhasilan platform tersebut sangat bergantung pada ketersediaan data dan aktifnya para kontributor dalam menyampaikan informasi dari tingkat komunitas hingga pemerintah.
“Kalau informasinya tidak ada dan kontributornya tidak ada, KIBAS tidak akan bisa berkembang. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi untuk memastikan informasi yang diunggah selalu terbarui, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menyampaikan bahwa KIBAS telah dirintis sejak 2022 dan terus mengalami pengembangan baik dari sisi nama maupun isi fiturnya. Ke depan, platform tersebut diharapkan dapat memuat informasi cuaca, peringatan dini, serta berbagai praktik baik adaptasi perubahan iklim yang dilakukan masyarakat dan pemerintah.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad yang memaparkan KIBAS sebagai platform pendokumentasian aksi adaptasi perubahan iklim, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dimas Arga Yudha tentang jurnalisme partisipatif, jurnalis Dinkominfo Kota Pekalongan, Dian Pertiwi Handayani mengenai teknik menggali dan menulis cerita pembelajaran adaptasi perubahan iklim, serta fotografer, Allem Andrianto yang membawakan materi fotografi sebagai penunjang karya jurnalistik.
"Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi kontributor aktif yang dapat mendokumentasikan berbagai inisiatif dan praktik adaptasi perubahan iklim di Kota Pekalongan sehingga semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Kemitraan Indonesia bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) setempat menggelar Pelatihan Penguatan Jurnalisme Adaptasi Perubahan Iklim di Hotel Howard Johnson Pekalongan, Senin-Selasa, 29-30 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti Kelompok Kerja Perubahan Iklim (Pokja PI), komunitas masyarakat, serta perwakilan OPD ini bertujuan memperkuat kapasitas kontributor dalam mendokumentasikan berbagai aksi dan pembelajaran adaptasi perubahan iklim melalui platform KIBAS (Ketahanan Iklim Berbasis Masyarakat).
Saat membuka kegiatan, Team Leader PMU Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, menegaskan pentingnya peran kontributor dalam menjaga keberlanjutan informasi di KIBAS. Menurutnya, informasi adaptasi perubahan iklim harus disajikan secara mudah dipahami agar dapat menjadi sarana edukasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai risiko bencana.
Arief menjelaskan, KIBAS yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Pekalongan sejak pertengahan 2025 berpotensi dikembangkan sebagai media informasi iklim hingga sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS). Namun, keberhasilan platform tersebut sangat bergantung pada ketersediaan data dan aktifnya para kontributor dalam menyampaikan informasi dari tingkat komunitas hingga pemerintah.
“Kalau informasinya tidak ada dan kontributornya tidak ada, KIBAS tidak akan bisa berkembang. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi untuk memastikan informasi yang diunggah selalu terbarui, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Arif Karyadi, menyampaikan bahwa KIBAS telah dirintis sejak 2022 dan terus mengalami pengembangan baik dari sisi nama maupun isi fiturnya. Ke depan, platform tersebut diharapkan dapat memuat informasi cuaca, peringatan dini, serta berbagai praktik baik adaptasi perubahan iklim yang dilakukan masyarakat dan pemerintah.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bidang Aplikasi dan Persandian Dinkominfo Kota Pekalongan, Kusuma Adi Achmad yang memaparkan KIBAS sebagai platform pendokumentasian aksi adaptasi perubahan iklim, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dimas Arga Yudha tentang jurnalisme partisipatif, jurnalis Dinkominfo Kota Pekalongan, Dian Pertiwi Handayani mengenai teknik menggali dan menulis cerita pembelajaran adaptasi perubahan iklim, serta fotografer, Allem Andrianto yang membawakan materi fotografi sebagai penunjang karya jurnalistik.
"Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi kontributor aktif yang dapat mendokumentasikan berbagai inisiatif dan praktik adaptasi perubahan iklim di Kota Pekalongan sehingga semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF