Pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan, Empat Peran Didorong Bersinergi

Pelantikan Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan, Empat Peran Didorong Bersinergi
Kota Pekalongan – Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu fokus setelah dilantiknya Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Pekalongan Timur serta Ketua TP PKK di sejumlah kelurahan. Tak hanya menjalankan peran dalam gerakan PKK, para ketua yang dilantik sekaligus dikukuhkan untuk mengemban sejumlah peran strategis yang saling berkaitan dalam mendukung program pembangunan di tingkat wilayah.
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Pekalongan Timur dan Ketua TP PKK Kelurahan Podosugih, Pringrejo, Setono, Banyurip, serta Padukuhan Kraton tersebut berlangsung lancar. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuhan Bunda PAUD, Bunda Literasi, serta Ketua Tim Pembina Posyandu, Kamis (17/9/2026) di aula Kantor TP PKK Kota Pekalongan.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan, rangkaian pelantikan dan pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan program di tengah masyarakat. Menurutnya, empat peran yang melekat pada istri camat maupun lurah tersebut memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan berbagai program pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan empat jabatan ini juga masih saling berhubungan dan ada beberapa OPD terkait yang juga masih berhubungan. Mudah-mudahan kita semuanya tetap bisa berkolaborasi dengan semuanya,” ujarnya.
Ia berpesan, pelaksanaan program tidak dapat berjalan sendiri-sendiri sehingga membutuhkan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah, perangkat daerah, PKK, serta masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terbangun secara berjenjang, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga kelompok PKK di tingkat dasawisma.
Kolaborasi juga diharapkan semakin luas dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk sektor pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan cakupan peran Bunda PAUD dan Bunda Literasi yang berkaitan dengan penguatan pendidikan dan budaya literasi, serta peran Posyandu dan PKK dalam mendukung pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.
“Baik dari pemerintah, OPD, maupun kita sebagai mitra PKK kota, kecamatan sampai dengan kelurahan dan dasawisma, bahkan sampai tingkat PKK yang paling kecil, kita tetap bisa bersinergi dengan berbagai pihak, baik dari pendidikan, dunia usaha maupun masyarakat,” katanya.
Dengan pelantikan dan pengukuhan tersebut, para pengemban amanah di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal serta meneruskan program yang telah disusun secara terarah dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan bisa menjalankan amanah dan juga bisa menjalankan program-program yang sudah tersusun dengan baik,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
Kota Pekalongan – Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu fokus setelah dilantiknya Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Pekalongan Timur serta Ketua TP PKK di sejumlah kelurahan. Tak hanya menjalankan peran dalam gerakan PKK, para ketua yang dilantik sekaligus dikukuhkan untuk mengemban sejumlah peran strategis yang saling berkaitan dalam mendukung program pembangunan di tingkat wilayah.
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Pekalongan Timur dan Ketua TP PKK Kelurahan Podosugih, Pringrejo, Setono, Banyurip, serta Padukuhan Kraton tersebut berlangsung lancar. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuhan Bunda PAUD, Bunda Literasi, serta Ketua Tim Pembina Posyandu, Kamis (17/9/2026) di aula Kantor TP PKK Kota Pekalongan.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan, rangkaian pelantikan dan pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjalankan program di tengah masyarakat. Menurutnya, empat peran yang melekat pada istri camat maupun lurah tersebut memiliki keterkaitan dalam pelaksanaan berbagai program pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan empat jabatan ini juga masih saling berhubungan dan ada beberapa OPD terkait yang juga masih berhubungan. Mudah-mudahan kita semuanya tetap bisa berkolaborasi dengan semuanya,” ujarnya.
Ia berpesan, pelaksanaan program tidak dapat berjalan sendiri-sendiri sehingga membutuhkan dukungan dan kolaborasi antara pemerintah, perangkat daerah, PKK, serta masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terbangun secara berjenjang, mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga kelompok PKK di tingkat dasawisma.
Kolaborasi juga diharapkan semakin luas dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk sektor pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan cakupan peran Bunda PAUD dan Bunda Literasi yang berkaitan dengan penguatan pendidikan dan budaya literasi, serta peran Posyandu dan PKK dalam mendukung pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.
“Baik dari pemerintah, OPD, maupun kita sebagai mitra PKK kota, kecamatan sampai dengan kelurahan dan dasawisma, bahkan sampai tingkat PKK yang paling kecil, kita tetap bisa bersinergi dengan berbagai pihak, baik dari pendidikan, dunia usaha maupun masyarakat,” katanya.
Dengan pelantikan dan pengukuhan tersebut, para pengemban amanah di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat menjalankan tugas secara optimal serta meneruskan program yang telah disusun secara terarah dan berkelanjutan.
“Mudah-mudahan bisa menjalankan amanah dan juga bisa menjalankan program-program yang sudah tersusun dengan baik,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF