Pelajar Lintas Daerah Antusias Ikuti Lomba Membatik, Bawa Semangat Lestarikan Budaya

Pelajar Lintas Daerah Antusias Ikuti Lomba Membatik, Bawa Semangat Lestarikan Budaya

Kota Pekalongan – Lomba membatik tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat se-Jawa Tengah tidak hanya mempertemukan puluhan pelajar dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk mengasah keterampilan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap batik.

Salah satunya Cantika Rahmawati (17), siswi SMK Muhammadiyah 5 Surakarta, yang datang bersama guru dan temannya untuk mengikuti lomba tersebut. Ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap batik dan telah belajar membatik sejak duduk di kelas 10.

“Motivasinya untuk mengembangkan budaya Indonesia,” ujar Cantika saat ditemui pada kegiatan tersebut, berlangsung di Museum Batik Pekalongan, Kamis (8/9/2026).

Bagi Cantika, keikutsertaannya dalam lomba tidak hanya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan membatik, tetapi juga bertemu dengan peserta lain dari berbagai daerah. Meski sempat merasa deg-degan melihat banyaknya peserta, ia mengaku senang karena mendapatkan pengalaman dan teman baru.

Dalam lomba tersebut, Cantika datang bersama satu rekannya sebagai perwakilan sekolah. Ia pun membawa target untuk meraih hasil terbaik.

“Targetnya juara,” katanya optimistis.

Semangat serupa ditunjukkan Putri Alivia, siswi SMK Negeri 1 Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Berbeda dengan Cantika, lomba di Pekalongan menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi membatik.

Putri mengetahui lomba tersebut dari pihak sekolah dan dipilih sebagai peserta karena memiliki pengalaman praktik kerja lapangan (PKL) di bidang batik.

“Saya kebetulan PKL-nya di batik juga, jadi punya basic membatik,” tuturnya.

Menurut Putri, batik memiliki karakter yang khas dan identik dengan keindahan serta kesan anggun. Meski membutuhkan ketelitian, ia menilai proses membatik tidak selalu sulit.

“Kalau dibilang rumit, enggak terlalu, cuma ada rumitnya,” ujarnya.

Bagi Putri, pengalaman menjadi alasan utama mengikuti lomba. Sebagai peserta yang baru pertama kali berkompetisi, ia ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus mengembangkan kemampuan membatik yang telah diperolehnya.

Kehadiran Cantika dan Putri bersama peserta lainnya dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap batik terus tumbuh di kalangan pelajar. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat proses membatik dan mengambil bagian dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya batik.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)