Pelajar Kota Pekalongan Digembleng Jiwa Patriotisme dan Entrepreneurship

Puluhan pelajar Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai sekolah negeri (SMA/SMK/MA) di Kota Pekalongan mengikuti Islamic Student Patriotism Training (ISPT). Kegiatan yang diprakarsai Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kota Pekalongan, bertempat di Gedung Diklat setempat, Jumat sore (23/8/2019).

 

Mereka digembleng tentang nilai-nilai patriotisme dan entrepreneurship agar semakin meningkat jiwa dan karakter kebangsaan.

 

Saat membuka kegiatan tersebut, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE mengaku sangat mendukung kegiatan yang mengusung tema "Dari Pelajar Untuk Agama, Bangsa dan Negeri & Pendidikan Entrepreneurship" tersebut sebagai upaya menanamkan jiwa nasionalisme atau cinta tanah air sejak dini dikalangan pelajar.

 

"Aktivitas kegiatan ini saya apresiasi terhadap anak-anak IPNU dan IPPNU ini , temanya sangat menarik mengenai penangkalan radikalisme dalam membangkitkan jiwa patriotisme dan membentengi pelajar dari pengaruh paham Radikalisme agama yang menyebabkan terkikisnya kecintaan mereka terhadap tanah air," ucap Saelany.

 

Menurut Saelany, selain membangkitkan jiwa bela negara, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan pelajar agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Sebab, di Kota Pekalongan dikenal sebagai kota yang masyarakatnya mandiri, terbukti dengan banyak pengusaha batik yang menjadikan sebagai wirausaha dan menghidupkan perekonomian di Kota Pekalongan.

 

"Yang namanya entrepreneur harus memiliki seribu akal dan harus berinisiatif tinggi, hilangkan plagiat/tiru meniru, ciptakan hal-hal yang baru. Mudah-mudahan ke depan menjadi generasi muda Kota Pekalongan banyak yang menjadi tunas enterpreneur baru yang memiliki jiwa bela negara yg tinggi yang telah ditanamkan sejak dini," terang Saelany.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, M. Riza Arkan menuturkan pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 42 peserta dari 8 sekolah yang mengirimkan delegasi Islamic Student Training.

 

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk menanamkan wawasan kebangsaan kepada pelajar terkait dengan sejarah berdirinya NKRI yang tak terlepas dari jasa para tokoh agama. Selain itu, menumbuhkan jiwa patriotisme kepada pelajar Kota Pekalongan sebagai pelopor pelajar patriot untuk menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia," ungkap Riza.

 

Disampaikan Riza, sebagai pelajar seharusnya bersama-sama jangan mau mudah menerima berita berisikan paham radikalisme, rasisme. Dengan tambahan entrpreneurship, pelajar menjadi generasi penerus bangsa di masa yang akan datang.

 

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 23-25 Agustus 2019. Ada 8 materi yang diberikan kepada para pelajar diantaranya Wawasan Kebangsaan : "Membangun Jiwa Nasionalis pada pelajar, Pendidikan Entrepreneurship "Mengenal Wirausaha Sejak Dini", Islam dan NKRI, Leadership Pelajar Pemimpin Masa Depan dari para narasumber yang telah mumpuni di bidangnya," papar Riza.