Peduli Sungai, Dewan Kesenian Daerah Bersama Pemkot Ngruwat Kali Kupang Gandeng Komunitas

Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi sungai, Dewan Kesenian Daerah Kota Pekalongan bersama Pemerintah Kota Pekalongan menggandeng komunitas peduli lingkungan, komunitas Tosan Aji, dan komunitas kampung batik menggelar acara Gerakan Ngruwat Kali Kupang dengan menyusuri bantaran Kali Kupang atau yang biasa dikenal dengan Kali Lodji. Susur sungai yang diawali dengan uluksalam dan tabur bunga tersebut mengambil titik start Jembatan Kali Kupang dan berakhir di Dermaga IPAL Kauman, Jumat (1/11/2019). Sesampainya di Dermaga IPAL, kegiatan dilanjutkan sarasehan dan berdialog dengan masyarakat setempat yang hadir.
Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Pekalongan, Harsono Ragil, menjelaskan pelaksanaan acara Ngruwat Kali Kupang merupakan kedua kalinya digelar dimana tahun pertama telah dilakukan pada Desember 2017 silam. Sebelum pelaksanaan susur sungai dilakukan, pada malam hari sebelumnya telah digelar Istoghosah dan terbang genjring melantunkan sholawat dan ayat-ayat suci Al-Quran memanjatkan doa-doa terbaik kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keberlangsungan Kali Kupang.
"Untuk tahun ini kami ingin menekankan Ngruwat Kali Kupang atau yang biasa diartikan ingin merawat, mengubah mindset masyarakat secara fisik, mental, maupun batiniah untuk peduli kondisi sungai Kali Kupang yang memiliki nilai sejarah, heritage, dan ekonomi. Masyarakat pasti sangat rindu kondisi sungai yang jernih yang bisa untuk aktivitas seperti bermain air (ciblon), menaiki perahu dibawah airnya bersih," terang Ragil.
Rangkaian Ngruwat Kali Kupang telah dimulai sejak Senin kemarin dengan kegiatan bersih-bersih bantaran sungai tersebut menggandeng sejumlah komunitas dan dinas terkait. Terkait dengan benda pusaka (keris) dan tabur bunga ke sungai, dijelaskan Ragil, tidak ada unsur magis, melainkan sebuah satire.
"Ini hanya satire saja, agar kami ingin kondisi sungai yang bau menjadi harum seperti semerbak bunga yang ditabur," tutur Raghil.
Sementara itu, Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE yang turut hadir sarasehan dan berdialog dengan warga setempat sangat mengapresiasi dengan yang dilakukan semua pihak yang terlibat dalam acara Ngruwat Kali Kupang Tahun 2019.
"Kami sangat berterimakasih ada sejumlah komunitas yang hadir pada acara Ngruwat Kali Kupang ini untuk bersama-sama melakukan aksi memelihara lingkungan, memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan sungai," ucap Aaf, sapaan akrabnya.
Aaf berharap kegiatan kepedulian lingkungan ini tidak hanya diadakan event tahunan saja, melainkan bisa rutin setiap bulan atau bahkan setiap minggu.
"Sekarang bukan zamannya saling mengkritik, saling menyalahkan, saling lempar tanggung jawab, tapi zamannya bagaimana bersama-sama menyelesaikan masalah dan bahu-membahu Ngruwat Kali Kupang," pungkas Aaf.
Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Pekalongan, Harsono Ragil, menjelaskan pelaksanaan acara Ngruwat Kali Kupang merupakan kedua kalinya digelar dimana tahun pertama telah dilakukan pada Desember 2017 silam. Sebelum pelaksanaan susur sungai dilakukan, pada malam hari sebelumnya telah digelar Istoghosah dan terbang genjring melantunkan sholawat dan ayat-ayat suci Al-Quran memanjatkan doa-doa terbaik kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk keberlangsungan Kali Kupang.
"Untuk tahun ini kami ingin menekankan Ngruwat Kali Kupang atau yang biasa diartikan ingin merawat, mengubah mindset masyarakat secara fisik, mental, maupun batiniah untuk peduli kondisi sungai Kali Kupang yang memiliki nilai sejarah, heritage, dan ekonomi. Masyarakat pasti sangat rindu kondisi sungai yang jernih yang bisa untuk aktivitas seperti bermain air (ciblon), menaiki perahu dibawah airnya bersih," terang Ragil.
Rangkaian Ngruwat Kali Kupang telah dimulai sejak Senin kemarin dengan kegiatan bersih-bersih bantaran sungai tersebut menggandeng sejumlah komunitas dan dinas terkait. Terkait dengan benda pusaka (keris) dan tabur bunga ke sungai, dijelaskan Ragil, tidak ada unsur magis, melainkan sebuah satire.
"Ini hanya satire saja, agar kami ingin kondisi sungai yang bau menjadi harum seperti semerbak bunga yang ditabur," tutur Raghil.
Sementara itu, Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE yang turut hadir sarasehan dan berdialog dengan warga setempat sangat mengapresiasi dengan yang dilakukan semua pihak yang terlibat dalam acara Ngruwat Kali Kupang Tahun 2019.
"Kami sangat berterimakasih ada sejumlah komunitas yang hadir pada acara Ngruwat Kali Kupang ini untuk bersama-sama melakukan aksi memelihara lingkungan, memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan sungai," ucap Aaf, sapaan akrabnya.
Aaf berharap kegiatan kepedulian lingkungan ini tidak hanya diadakan event tahunan saja, melainkan bisa rutin setiap bulan atau bahkan setiap minggu.
"Sekarang bukan zamannya saling mengkritik, saling menyalahkan, saling lempar tanggung jawab, tapi zamannya bagaimana bersama-sama menyelesaikan masalah dan bahu-membahu Ngruwat Kali Kupang," pungkas Aaf.
PRINT +
DOWNLOAD PDF