Pastikan Pangan Layak Konsumsi, Dinkes Pekalongan Perkuat Surveilans dan Edukasi Masyarakat

Pastikan Pangan Layak Konsumsi, Dinkes Pekalongan Perkuat Surveilans dan Edukasi Masyarakat

Kota Pekalongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus memperkuat surveilans keamanan pangan guna memastikan pangan yang diolah dan dikonsumsi masyarakat memenuhi persyaratan kesehatan. Pada 2026, kualitas pangan di rumah tangga maupun Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) ditargetkan mencapai 70 persen.

Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh menjelaskan, pengawasan dilakukan untuk mengetahui kualitas pangan sekaligus mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi menimbulkan cemaran. Pada 2025, hasil surveilans menunjukkan capaian kualitas pangan sebesar 71 dari 84 sasaran atau mencapai 84,52 persen.

“Parameter yang diperiksa meliputi uji bakteri, khususnya E. coli pada pangan, serta uji kimia pangan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi syarat akan ditindaklanjuti melalui edukasi kepada pengelola pangan sesuai faktor risiko yang ditemukan. Faktor tersebut dapat berkaitan dengan kebersihan tempat pengolahan, peralatan, tangan atau higiene personal, hingga kualitas dan cara penyimpanan bahan pangan.

Pada pemeriksaan bakteriologis, ketidaksesuaian lebih banyak berkaitan dengan faktor kebersihan dan penyimpanan pangan. Sementara pada pemeriksaan kimia, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah penggunaan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin atau boraks, termasuk pada bahan baku tertentu seperti mi basah.

“Rumah tangga akan diberikan edukasi tentang cara penanganan makanan yang aman, teknik penyimpanan, pemilihan bahan pangan, dan praktik kebersihan yang benar,” sambungnya.

Pihaknya menambahkan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir makanan, tetapi dipengaruhi kebersihan pada setiap tahapan pengolahan. Masyarakat perlu memastikan pangan terlindungi dari potensi cemaran fisik, kimia maupun biologis dengan menjaga kebersihan tempat dan peralatan, kebersihan diri, serta memastikan bahan pangan yang digunakan aman dan berkualitas.

“Keamanan pangan sangat dipengaruhi oleh kebersihan di setiap tahapan pengolahan pangan,” tambahnya.

Melalui kegiatan surveilans tersebut, ia berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan pangan semakin meningkat. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong perubahan perilaku, terutama dalam memilih, menyimpan dan mengolah makanan secara aman di lingkungan rumah tangga.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar semakin memperhatikan keamanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Pangan yang aman tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan saat ini, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)