Parkir Makin Transparan, Kota Pekalongan Optimalkan QRIS

Parkir Makin Transparan, Kota Pekalongan Optimalkan QRIS

Kota Pekalongan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekalongan terus mengoptimalkan penerapan pembayaran retribusi parkir secara digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem perparkiran yang lebih transparan, praktis, dan terdokumentasi.

Kepala Dishub Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, mengatakan sistem QRIS untuk pembayaran parkir telah berjalan, baik secara sistem maupun administrasi. Penerapannya saat ini dilakukan di dua kawasan, yakni sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan dan kawasan Lapangan Mataram.

“Untuk sistemnya sudah siap, tinggal pelaksanaan di lapangan. Kami terus melakukan pengawasan agar juru parkir menggunakan QRIS di kedua lokasi tersebut,” ujar Restu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (22/9/2026).

Ia menyebut, secara keseluruhan terdapat sekitar 22–24 titik parkir yang disiapkan, dengan sekitar 14 titik di kawasan Alun-Alun dan sekitar 8 titik di kawasan Lapangan Mataram. Penerapan QRIS saat ini masih dalam tahap pilihan atau uji coba untuk melihat kenyamanan masyarakat, kemudahan transaksi, serta kepatuhan juru parkir dalam menerapkan pembayaran nontunai.

Restu menjelaskan, salah satu tantangan di lapangan adalah masih adanya masyarakat yang memilih membayar secara tunai. Oleh karena itu, Dishub terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus pendekatan persuasif kepada juru parkir agar penerapan QRIS dapat berjalan secara konsisten.

“Harapannya, kedua kawasan ini bisa semakin berkomitmen menggunakan QRIS sehingga masyarakat terbiasa melakukan pembayaran secara cashless. QRIS ini juga menjadi bagian dari transparansi dalam pelaksanaan sistem perparkiran digital,” jelasnya.

Dalam mekanisme bagi hasil, lanjutnya, pendapatan parkir dibagi 60 persen untuk juru parkir dan 40 persen untuk Pemerintah Kota Pekalongan sebagai retribusi. Pembagian tersebut dilakukan secara otomatis ke rekening masing-masing berdasarkan pendataan harian.

"Dengan optimalisasi QRIS, kami berharap sistem pembayaran parkir di Kota Pekalongan semakin mudah digunakan masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan retribusi yang transparan dan akuntabel,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)