Padukan Nilai Islam dan Wawasan Global, SMP Sains Cahaya Al-Qur'an Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bilingual

Padukan Nilai Islam dan Wawasan Global, SMP Sains Cahaya Al-Qur'an Hadirkan Inovasi Pembelajaran Bilingual

Kota Pekalongan – SMP Sains Cahaya Al-Qur'an, sekolah menengah pertama berbasis pondok pesantren yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Syafii Akrom, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, terus menghadirkan inovasi pembelajaran melalui penerapan program English Across Subjects. Program ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mengintegrasikan kosakata dan istilah akademik bahasa Inggris ke dalam seluruh mata pelajaran guna memperkuat kompetensi global peserta didik.

Kepala SMP Sains Cahaya Al-Qur'an, M. Haidar Fikri Kurniali mengungkapkan, bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Whole-School Bilingual Environment, yakni budaya belajar yang membiasakan penggunaan istilah akademik berbahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam, Al-Qur'an, dan tradisi kepesantrenan yang menjadi ciri khas sekolah.

"Dalam implementasinya, setiap guru memasukkan sedikitnya tiga hingga lima kosakata atau istilah akademik bahasa Inggris yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Kosakata tersebut dikenalkan, dilafalkan bersama, dicatat oleh peserta didik, digunakan dalam diskusi kelas, hingga diperkuat melalui refleksi pada akhir pembelajaran,"terang Haidar, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2026).

Ia menyebut, berbeda dengan pembelajaran bahasa Inggris yang hanya diajarkan pada mata pelajaran tertentu, pendekatan ini menghadirkan penggunaan bahasa akademik internasional secara bertahap di berbagai mata pelajaran, seperti Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Agama Islam, Informatika, Seni Budaya, hingga Pendidikan Jasmani.

Haidar juga menuturkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari visi sekolah dalam mempersiapkan generasi Muslim yang berkarakter Qur'ani sekaligus memiliki daya saing global.

"Kami ingin lulusan SMP Sains Cahaya Al-Qur'an memiliki karakter Qur'ani, unggul dalam sains, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional. Melalui English Across Subjects, bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai mata pelajaran, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar di sekolah," ujarnya.

Selain menghadirkan inovasi pembelajaran, SMP Sains Cahaya Al-Qur'an juga berencana membuka Program Reguler dan Program Takhasus pada tahun ajaran mendatang. Kedua program tersebut memberikan pilihan bagi calon peserta didik yang ingin memperoleh pendidikan dengan penguatan Al-Qur'an, sains, bahasa asing, teknologi, dan karakter tanpa harus tinggal di asrama pondok pesantren. 

"Banyak orang tua menginginkan kualitas pendidikan SMP Sains Cahaya Al-Qur'an, tetapi membutuhkan pilihan nonasrama. Insyaallah, tahun ajaran mendatang kami menghadirkan Program Reguler dan Program Takhasus agar semakin banyak keluarga di Kota Pekalongan dan sekitarnya dapat mengakses pendidikan Islam yang unggul dan berwawasan global," tambah Haidar.

Melalui berbagai inovasi tersebut, ia berkomitmen menjadikan SMP Sains Cahaya Al-Qur'an sebagai sekolah Islam berbasis pondok pesantren yang memadukan pendidikan Al-Qur'an, sains, teknologi, bahasa asing, kepemimpinan, dan pembentukan karakter. 

"Komitmen ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur'ani yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berprestasi, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)