Padi Biosalin Buktikan Potensi, Ubinan Degayu Capai Produktivitas 52,2 Ku/Ha

Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan bersama Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara melaksanakan kegiatan ubinan padi varietas biosalin di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur secara langsung produktivitas hasil panen padi di wilayah pesisir yang sebelumnya terdampak banjir rob.
Berdasarkan hasil pengambilan sampel ubinan tersebut, tercatat produktivitas padi mencapai 52,2 kuintal per hektare dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP). Angka ini menunjukkan capaian yang cukup signifikan, terutama karena lahan yang digunakan merupakan area yang baru pertama kali berhasil ditanami kembali setelah mengalami gangguan akibat rob.
Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara, Lazim Sofi, menyampaikan bahwa hasil ini menjadi kabar menggembirakan bagi para petani di wilayah pesisir. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya terdampak rob kini mulai pulih dan kembali produktif.
“Capaian ini sangat menggembirakan, karena ubinan dilakukan di lahan yang baru pertama kali ditanami kembali setelah terdampak rob. Ini menunjukkan bahwa kondisi lahan semakin membaik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya optimistis produktivitas pertanian di wilayah pesisir, khususnya Pekalongan Utara, akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi lahan. Penggunaan varietas padi biosalin dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi tantangan pertanian di daerah dengan kadar salinitas tinggi.
Lebih lanjut, Lazim berharap keberhasilan panen perdana ini dapat menjadi motivasi bagi para petani lainnya untuk kembali mengelola lahan tidur yang selama ini tidak dimanfaatkan. Dengan penerapan teknologi dan varietas yang tepat, potensi lahan di wilayah pesisir diyakini masih sangat besar untuk dikembangkan.
Dengan adanya data resmi dari BPS ini, pemerintah juga semakin optimistis bahwa pengelolaan lahan yang tepat dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di kawasan pesisir. Upaya pemulihan lahan terdampak rob diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan daerah.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF