Omah Brayan Urip Hadirkan Ruang Kreatif dan Peluang UMKM

Omah Brayan Urip Hadirkan Ruang Kreatif dan Peluang UMKM
Kota Pekalongan — Omah Brayan Urip Kota Pekalongan terus didorong menjadi ruang kreatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui edukasi, pemberdayaan, pelestarian budaya, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Simulasi dan Pre-Launching Omah Brayan Urip “Buana & Wastra” dengan tema “Buana & Wastra: Merawat Bumi, Melestarikan Tradisi” di Warmindo Garwo, Pringrejo, Kota Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Team Leader PMU Adaptation Fund (AF) Pekalongan Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemitraan Indonesia bersama Omah Brayan Urip untuk memperkenalkan peran dan fungsi rumah kreatif tersebut kepada masyarakat.
“Fungsi Omah Brayan Urip sebagai tempat edukasi, pusat informasi, pemberdayaan, dan bisnis tetap kami dorong agar berjalan. Sarana dan prasarana juga terus dilengkapi untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Omah Brayan Urip juga diarahkan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk berkegiatan sekaligus menghasilkan sesuatu. Dukungan diberikan melalui penyediaan ruang diskusi dan kafe bagi anak muda, peralatan bagi kelompok batik, serta dukungan materi usaha bagi kelompok-kelompok pemberdayaan.
Ketua Omah Brayan Urip, Nurita Wahyu Kusuma, menjelaskan kegiatan “Buana & Wastra” diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Rangkaian kegiatan antara lain gelar wicara mengenai pelestarian identitas budaya lokal, workshop membatik pada tote bag, serta kegiatan Bumi Kriya yang melibatkan anak-anak muda.
"Selain kegiatan edukasi, Omah Brayan Urip juga menampilkan beragam produk dan potensi masyarakat dalam 10 stan. Di antaranya batik dengan pewarna alami, kegiatan pemanfaatan lahan untuk budidaya, serta produk olahan dari budidaya ikan nila dan lele seperti sambal dan kerupuk lele,"bebernya.
Nurita berharap edukasi dan aktivitas kreatif yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku-pelaku UMKM baru di Kota Pekalongan.
“Dengan adanya edukasi-edukasi seperti ini, kami berharap bisa memberi manfaat untuk masyarakat dan tentunya bisa menciptakan UMKM-UMKM baru,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Omah Brayan Urip Kota Pekalongan terus didorong menjadi ruang kreatif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui edukasi, pemberdayaan, pelestarian budaya, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Simulasi dan Pre-Launching Omah Brayan Urip “Buana & Wastra” dengan tema “Buana & Wastra: Merawat Bumi, Melestarikan Tradisi” di Warmindo Garwo, Pringrejo, Kota Pekalongan, Sabtu (12/9/2026).
Team Leader PMU Adaptation Fund (AF) Pekalongan Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kemitraan Indonesia bersama Omah Brayan Urip untuk memperkenalkan peran dan fungsi rumah kreatif tersebut kepada masyarakat.
“Fungsi Omah Brayan Urip sebagai tempat edukasi, pusat informasi, pemberdayaan, dan bisnis tetap kami dorong agar berjalan. Sarana dan prasarana juga terus dilengkapi untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Omah Brayan Urip juga diarahkan menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk berkegiatan sekaligus menghasilkan sesuatu. Dukungan diberikan melalui penyediaan ruang diskusi dan kafe bagi anak muda, peralatan bagi kelompok batik, serta dukungan materi usaha bagi kelompok-kelompok pemberdayaan.
Ketua Omah Brayan Urip, Nurita Wahyu Kusuma, menjelaskan kegiatan “Buana & Wastra” diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Rangkaian kegiatan antara lain gelar wicara mengenai pelestarian identitas budaya lokal, workshop membatik pada tote bag, serta kegiatan Bumi Kriya yang melibatkan anak-anak muda.
"Selain kegiatan edukasi, Omah Brayan Urip juga menampilkan beragam produk dan potensi masyarakat dalam 10 stan. Di antaranya batik dengan pewarna alami, kegiatan pemanfaatan lahan untuk budidaya, serta produk olahan dari budidaya ikan nila dan lele seperti sambal dan kerupuk lele,"bebernya.
Nurita berharap edukasi dan aktivitas kreatif yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong lahirnya pelaku-pelaku UMKM baru di Kota Pekalongan.
“Dengan adanya edukasi-edukasi seperti ini, kami berharap bisa memberi manfaat untuk masyarakat dan tentunya bisa menciptakan UMKM-UMKM baru,” pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF