Milad ke-11 MAN IC Kota Pekalongan, Dorong Perluasan Akses Pendidikan Unggulan

Milad ke-11 MAN IC Kota Pekalongan, Dorong Perluasan Akses Pendidikan Unggulan
Kota Pekalongan — Milad ke-11 MAN Insan Cendekia (MAN IC) Kota Pekalongan menjadi momentum memperkuat sinergi pendidikan sekaligus mendorong perluasan akses masyarakat terhadap pendidikan unggulan berbasis madrasah. Perayaan yang digelar di halaman MAN IC Kota Pekalongan, Rabu (26/8/2026), tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar madrasah serta masyarakat dari Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Mewakili Wali Kota Aaf, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas kiprah MAN IC dalam mencetak generasi unggulan. Menurutnya, keberadaan MAN IC memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan sekaligus turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Hubungan Kota dan Kabupaten Pekalongan sangat erat, sehingga sinergi dalam pengembangan pendidikan perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan menjajaki kemungkinan pengembangan kelas jauh MAN IC,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan lembaga pendidikan unggulan berpotensi memberikan dampak luas terhadap pembangunan daerah.
Keberadaan sekolah unggulan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berkontribusi dalam menekan pengangguran dan kemiskinan serta menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.
"Momentum Milad ke-11 tahun ini, MAN IC Pekalongan diharapkan semakin mampu mencetak generasi cendekia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,"harapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan perjalanan 11 tahun MAN IC Kota Pekalongan menjadi bukti kiprah madrasah dalam mencetak generasi berprestasi. Menurutnya, pendidikan madrasah kini semakin menjadi pilihan masyarakat karena mampu menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi.
"Kami berharap MAN IC Kota Pekalongan terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak. Kami juga menyambut baik gagasan pengembangan kelas jauh MAN IC di Kota maupun Kabupaten Pekalongan agar akses masyarakat terhadap pendidikan unggulan berbasis madrasah semakin luas,"ungkapnya.
Kepala MAN IC Kota Pekalongan, H. Khoirul Anam, menjelaskan bahwa Milad ke-11 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antarmadrasah Insan Cendekia di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jalan Sehat Cendekia Mendunia yang diikuti keluarga besar madrasah serta masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan.
"Memasuki usia ke-11, MAN IC Pekalongan juga terus mempererat sinergi dengan MAN IC di berbagai daerah. Pada tahun ajaran 2026–2027, madrasah tersebut memperkenalkan tagline “PRIMA” sebagai pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus maju, mandiri, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan,"tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Milad ke-11 MAN Insan Cendekia (MAN IC) Kota Pekalongan menjadi momentum memperkuat sinergi pendidikan sekaligus mendorong perluasan akses masyarakat terhadap pendidikan unggulan berbasis madrasah. Perayaan yang digelar di halaman MAN IC Kota Pekalongan, Rabu (26/8/2026), tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar madrasah serta masyarakat dari Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Mewakili Wali Kota Aaf, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas kiprah MAN IC dalam mencetak generasi unggulan. Menurutnya, keberadaan MAN IC memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan sekaligus turut mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Hubungan Kota dan Kabupaten Pekalongan sangat erat, sehingga sinergi dalam pengembangan pendidikan perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan menjajaki kemungkinan pengembangan kelas jauh MAN IC,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan lembaga pendidikan unggulan berpotensi memberikan dampak luas terhadap pembangunan daerah.
Keberadaan sekolah unggulan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berkontribusi dalam menekan pengangguran dan kemiskinan serta menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.
"Momentum Milad ke-11 tahun ini, MAN IC Pekalongan diharapkan semakin mampu mencetak generasi cendekia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,"harapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan perjalanan 11 tahun MAN IC Kota Pekalongan menjadi bukti kiprah madrasah dalam mencetak generasi berprestasi. Menurutnya, pendidikan madrasah kini semakin menjadi pilihan masyarakat karena mampu menghadirkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi.
"Kami berharap MAN IC Kota Pekalongan terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak. Kami juga menyambut baik gagasan pengembangan kelas jauh MAN IC di Kota maupun Kabupaten Pekalongan agar akses masyarakat terhadap pendidikan unggulan berbasis madrasah semakin luas,"ungkapnya.
Kepala MAN IC Kota Pekalongan, H. Khoirul Anam, menjelaskan bahwa Milad ke-11 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antarmadrasah Insan Cendekia di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jalan Sehat Cendekia Mendunia yang diikuti keluarga besar madrasah serta masyarakat Kota dan Kabupaten Pekalongan.
"Memasuki usia ke-11, MAN IC Pekalongan juga terus mempererat sinergi dengan MAN IC di berbagai daerah. Pada tahun ajaran 2026–2027, madrasah tersebut memperkenalkan tagline “PRIMA” sebagai pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus maju, mandiri, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan,"tutupnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF