Meski Sudah Divaksin, Prokes Harus Tetap Dijalankan Ketat

Kota Pekalongan - Para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekalongan kembali menerima suntikan vaksin Sinovac dosis kedua bagi petugas pelayanan publik, bertempat di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan,Selasa(9/3/2021). Pelaksanaan vaksinasi ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan setempat melalui RSUD Bendan selaku tenaga vaksinator yang menyasar 68 orang seperti jumlah penerima pada pemberian dosis pertama 2 pekan lalu.

Tim Vaksinator RSUD Bendan, Woko Hendriyanto, AMK mengungkapkan bahwa suntikan vaksin Covid-19 harus dilakukan dua kali agar dapat memastikan vaksin tersebut efektif dalam membentuk antibodi. Menurutnya, pemberian vaksin dosis kedua bagi pimpinan OPD dan anggota DPRD ini merupakan jenis dan dosis vaksin yang sama seperti di penyuntikan sebelumnya yang menyasar 68 orang penerima. 

“Pada pemberian dosis pertama ini baru mengenali virus. Pembentukan pertama karena ini vaksin mati, dia butuh dua kali vaksin supaya antibodinya bisa sekaligus. Suntikan vaksin Covid-19 harus dilakukan secara bertahap tidak bisa dilakukan dua dosis sekaligus,”tuturnya.

Diterangkan Woko, pada jeda antara vaksin pertama dan kedua, penerima vaksin harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena antibodi belum secara penuh terbentuk. Dengan memberikan lebih dari satu dosis vaksin, lanjutnya, berarti memperbesar kemungkinan sistem imun tubuh untuk mempelajari virus dan mencari cara menangkal infeksi berikutnya sehingga menguatkan respons imun yang telah terbentuk.

“Prosedur pemberian vaksin pun masih sama seperti sebelumnya, proses pendaftaran dan verifikasi di meja 1, kemudian penerima vaksin juga terlebih dahulu di skrining kesehatan kembali kondisi tubuhnya selama diberikan vaksin dosis pertama seperti apa atau ada keluhan yang dirasakan, setelah lolos diskrining, proses vaksinasi dosis kedua dilakukan di meja vaksinasi, dan penerima vaksin perlu menunggu 30 menit untuk melihat  kemungkinan reaksi pasca dilakukan vaksinasi dosis kedua ini. Di pemberian vaksinasi dosis kedua ini biasanya kebanyakan penerima tidak lagi merasakan efek KIPI. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat,meski sudah diberikan vaksinasi, namun prokes harus tetap dijalankan secara ketat. Vaksin itu sinergi dengan prokes, keduanya harus dijalankan secara bersama untuk menghilangkan pandemi,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pekalongan Barat,M Taufiqu Rochman,SST sebagai salah satu penerima vaksin dosis kedua bagi pelayanan publik hari mengaku bersyukur sejauh ini tidak merasakan keluhan apapun sejak divaksin baik di dosis pertama maupun kedua.

“Alhamdulillah berjalan lancar semua, secara pribadi Saya merasakan tidak ada keluhan apapun sejak divaksin pertama maupun kedua hari ini,aman-aman saja. Bahkan di wilayah kami Kecamatan Pekalongan Barat juga pada Sabtu kemarin (6/3) sudah dilakukan vaksinasi bagi lansia di wilayah kami yang dipusatkan di Puskesmas Tirto pada saat pencanangan vaksinasi lansia tingkat Kota Pekalongan yang dihadiri dan ditinjau langsung oleh Wakil Walikota Pekalongan,H Salahudin STP. Vaksin ini bermanfaat bagi tubuh kita untuk menekan virus Covid-19. Jadi tidak ada yang harus ditakuti jika ingin sehat dan terhindar dari virus tersebut,”tandasnya.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)