Merekatkan Umat, Ratusan umat Beragama di Kota Pekalongan Doa dan Gita Bersama

Ratusan umat dari berbagai agama di Kota Pekalongan berkomitmen untuk merajut kebersamaan dan menjaga kerukunan dalam mewujudkan Kota Pekalongan yang kondusif. Mereka berkumpul bersama memanjatkan doa serta melantunkan nyanyian dalam kegiatan Malam Doa dan Gita bertajuk “Giat Merekat Umat” yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, bertempat di Aula MAN 1 Kota Pekalongan, Selasa malam (3/12/2019).
 
Hadir mewakili Walikota Pekalongan, Bambang Widjanarko SH selaku Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya merekatkan umat beragama Kota Pekalongan di tengah banyaknya perbedaan. Disampaikan Bambang, Kota Pekalongan sejatinya merupakan miniatur dari bangsa Indonesia secara keseluruhan dimana enam agama yang diakui secara resmi Pemerintah yakni Islam, Budha, Hindu, Konghucu, Protestan dan Katolik hidup harmonis seperti yang bisa dilihat di kawasan budaya Jetayu.
 
“Masyarakat Kota Pekalongan yang heterogen dapat hidup berdampingan dengan penuh toleransi, tenggang rasa dan saling menghargai, hubungan pemerintah setempat dengan umat beragama pun terjalin dengan sebaik-baiknya. Perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan atau yang dikenal dengan politik identitas, hendaknya tidak menggoyahkan semangat persatuan dan kesatuan kita, melainkan justru dijadikan sebagai potensi keberagaman yang saling menguatkan bangunan di dalam peri-kehidupan masyarakat,” tutur Bambang.
 
Menurut Bambang, berbagai upaya dari pihak-pihak yang tidak ingin Kota Pekalongan maju dengan terus menyajikan informasi atau berita yang belum tentu jelas kebenarannya hendaknya perlu disikapi dengan bijaksana.
 
“Janganlah terpancing oleh banyaknya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari kita eratkan silaturahmi baik diantara sesama umat se-agama maupun antarumat beragama. Hal ini sebagai upaya kita bersama agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman sehingga kita tetap fokus untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita bersama dan demi terciptanya ketentraman dan kedamaian di Kota Pekalongan,” tegas Bambang.
 
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Pekalongan, KH Ahmad Marzuqi MPd menyampaikan dalam kegiatan malam doa dan gita ini perwakilan dari masing-masing agama menampilkan berbagai macam penampilan yang diaktualisasikan melalui seni dan budaya seperti tarian Tor-Tor, nyanyian lagu religi bernuansa islami, dan sebagainya.
 
“Dengan kegiatan ini yang rutin digelar menjelang akhir tahun, kami ingin menyatukan dan menjalin kerukunan antar umat beragama. Alhamdulillah mereka begitu antusias mengikuti dan turut berpartisipasi dalam merajut kebersamaan sehingga kebersamaan dan kerukunan umat beragama itu betul-betul nyata,” kata Marzuqi.
 
Disampaikan Marzuqi, seluruh umat beragama harus terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan diantara mereka demi terciptanya kondisi Kota Pekalongan yang senantiasa rukun dan damai khususnya menjelang pilkada di tahun mendatang.
 
“Arahnya memang pada akhirnya untuk persiapan pilkada juga agar pelaksanaan pesta demokrasi di Kota Pekalongan nanti tetap bisa tenang, aman, lancar dan tidak ada yang terprovokasi. Disamping dari elemen masyarakat dan tokoh umat beragama juga turut menjaga situasi, kami berharap juga para elite politik di jajaran pemerintah bisa tetap saling damai, tidak provokatif atau membuat kondisi memanas, kami berharap mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya,” pungkas Marzuqi.