Merajut Kebersamaan, Rutan Pekalongan Gelar Porseni Sambut HUT ke-80 RI

Kota Pekalongan – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Lapangan Upacara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan pada Rabu (14/8/2025), saat pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, unjuk bakat, sekaligus sarana pembinaan positif bagi para warga binaan.
Perwakilan dari setiap kamar berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba yang dikemas meriah. Dari olahraga yang menuntut kelincahan seperti bulu tangkis dan tenis meja, adu strategi melalui catur, hingga penampilan penuh ekspresi di ajang lomba karaoke. Sorak-sorai peserta dan penonton terdengar riuh, menciptakan suasana persaudaraan yang kental di tengah jalannya kompetisi.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi, menyampaikan bahwa Porseni ini bukan sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga memiliki nilai pembinaan yang penting.
"Kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya kami memberikan pembinaan mental dan fisik secara berimbang bagi warga binaan. Selain untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, Porseni juga menjadi media untuk menggali potensi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta membangkitkan rasa nasionalisme di hati mereka,” ungkap Karutan Nanang.
Menurutnya, semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta menjadi bukti bahwa kebersamaan dan persatuan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di balik tembok Rutan. Ia berharap, ajang seperti ini dapat mendorong warga binaan untuk terus berkarya, mengembangkan bakat, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.
Panitia menyiapkan hadiah menarik bagi pemenang di setiap cabang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan partisipasi. Namun, lebih dari sekadar hadiah, momen kebersamaan dan tawa yang terjalin selama kegiatan menjadi hal paling berharga.
"Porseni di Rutan Pekalongan ini, kami maknai sebagai perayaan kemerdekaan bukan hanya milik masyarakat di luar, tetapi juga hak setiap insan untuk merasakannya. Semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan yang terpancar dari ajang ini menjadi cerminan makna kemerdekaan itu sendiri, bahwa setiap orang, tanpa terkecuali, berhak merajut kembali harapan dan masa depan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian).
PRINT +
DOWNLOAD PDF