Masyarakat Bendan Kergon Diedukasi Bahaya Narkoba

Guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, Kelurahan Bendan Kergon menggandeng Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kodim 0710 dan Polres Pekalongan Kota memberikan edukasi kepada masyarakat Bendan Kergon, Pekalongan Barat. Edukasi narkoba tersebut berlangsung di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Selasa malam (6/8/2019).
 
Lurah Bendan Kergon, Eddy Setiawan mengungkapkan sebanyak 150 masyarakat Kelurahan Bendan Kergon hadir pada sosialisasi penyuluhan bahaya narkoba tersebut dari semua kalangan khususnya kalangan muda dan ibu-ibu.
 
“Untuk peserta sosialisasi bahaya narkoba pada malam hari ini, kami mengundang sebagian besar pemuda di lingkungan Kelurahan Bendan Kergon. Harapannya dari pemuda tersebut, jika narkoba tidak ditekan dari kaum mudanya, nanti dari narkoba itu pemuda menjadi tidak sehat karena yang diserang otak,” ucap Eddy.
 
Menurut Eddy, jika pemuda tidak diberi pengarahan akan bahaya narkoba, mereka akan mudah terjerumus lingkaran penyalahgunaan narkoba yang awalnya hanya coba-coba mencicipi, menikmati, selanjutnya akan menimbulkan kecanduan. Dari kecanduan tersebut, lanjut Eddy, dapat mempengaruhi otak mereka dalam berpikir dan berperilaku di masyarakat.
 
“Siapa yang akan mengganti pemimpin-pemimpin kita kalau bukan dari kalangan muda ini. Sehingga, saya fokuskan ke pemuda, selain itu juga kami mengundang para orangtua khususnya ibu-ibu agar mereka bias meneruskan informasi dan ilmu sosialisasi ini kepada anak-anak mereka, tetangga yang belum hadir. Dengan adanya diskusi ini, kita akan membentuk masyarakat khususnya dari kalangan pemuda yang siap menyatakan perang terhadap narkoba. Ketika ada pemuda yang salah arah, mereka bisa mengingatkannya agar jangan sampai terjerumus kembali,” terang Eddy.
 
Sementara itu, Camat Pekalongan Barat, Muchammad Natsir, M.Si., mengapresiasi adanya sosialisasi yang diadakan oleh Kelurahan Bendan Kergon yang terselenggara dengan dana kelurahan demi terwujudnya masyarakat yang sehat tanpa narkoba.
 
“Saya memberikan apresiasi kegiatan yang sangat positif ini. Melalui kegiatan ini dapat memberi wawasan kepada generasi muda khususnya, serta kaum ibu sebagai gawang di rumah tangga yang memberikan pengawasan kepada keluarganya. Sebab, bahaya narkoba sudah sungguh luar biasa mengkhawatirkan dan menyerang segenap unsur masyarakat dari semua strata dan menyebabkan kerusakan sendi-sendi kehidupan,” kata Natsir.
 
Natsir menambahkan, selain memahami bentuk dan dampak narkoba baik bagi diri sendiri maupun lingkungan masyarakat, diharapkan akan muncul kesadaran masyarakat akan pentingnya menjauhi narkoba. Disamping itu, terbentuk gerakan-gerakan masyarakat anti narkoba di lingkungan masing-masing.
 
“Di kecamatan Pekalongan Barat sendiri Alhamdulillah perhatian dan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba sudah sangat bagus, disini sudah ada beberapa komunitas dan gerakan yang menyatakan perang terhadap narkoba termasuk yang dipelopori dari Karang Tarunanya dengan membentuk Gerakan Serentak Mencegah dan Memberantas Bahaya Narkoba (Gretak Membahana) dan dukungan penuh dari OPD dan instansi terkait yang menyambut positif akan program anti narkoba ini,” papar Natsir.
 
Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kota Pekalongan, Mohammad Ainur Rofiq, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba cukup mengkhawatirkan dan korbannya bisa dari semua kalangan baik pelajar, pejabat, buruh, hingga artis. Sehingga, hal ini perlu pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk memerangi narkoba termasuk peran orangtua untuk selalu mengawasi pergaulan anaknya.
 
“Kasus narkoba yang tercatat di Polres setiap tahun naik dan peredarannya seperti fenomena gunung es. Sebab, meski para pelaku sudah ditangkap, namun bisnis peredaran narkoba seakan tak pernah bisa surut. Namun, Pemkot senantiasa menekan permasalahan tersebut dengan berbagai sosialisasi bahaya narkoba yang menyasar ke sekolah-sekolah, melalui Walikota Goes to School yang rutin dilaksanakan, dan kami dari Kesbangpol sering melakukan sidak tes urin ke sejumlah sekolah. Selain sekolah, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi anak-anaknya di rumah maupun sekolah, mereka harus senantiasa melakukan pendampingan, orangtua berkewajiban memberi contoh yang baik kepada anaknya,” tandas Rofiq.