Masuk Tahap Pembuatan Kandang, Dinperpa Kawal KSTM

Program Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) di Kota Pekalongan yang menyasar tujuh pondok pesantren di Kota Pekalongan ini sudah sampai ke tahap pembuatan kandang. Pasalnya dana pembuatan kandang senilai Rp3 juta sudah dikucurkan ke rekening santri. Pembuatan kandang ini ditargetkan selesai sampai Minggu kedua bulan September 2019 sehingga pada Minggu ketiganya sudah dapat diberikan bantuan bibit ayam usia satu bulan sebanyak 500 ekor, pakan ternak, obat, dan vaksin ayam.

 

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan, Ilena Palupi SPt MSi usai memantau pendampingan pembuatan kandang ayam, Selasa (4/9/2019). Saat ini sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) karena menjadi langkah nyata dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian serta menghadirkan wirausahawan baru bidang pertanian.

 

Menurut Ilena, peluang bisnis ayam kampung sangat potensi di Kota Pekalongan. Dimana kebutuhannya tinggi namun produk dipasok dari luar kota.

 

Disampaikan Ilena bahwa Dinperpa Kota Pekalongan sudah mempersiapkan petugas pendamping teknis maupun pelatihan untuk para santri. Dinperpa telah menunjuk petugas pendamping masing-masing 2 orang per pondok yang dibagi menjadi 3 wilayah yakni Barat, Utara, dan Selatan,” beber Ilena.

 

Lokasi tujuh pondok yang diberi bantuan yakni Ponpes al-Masyhad Manba'ul Falah Wali Sampang Kauman, Ponpes Al Arifiyah kebulen , Ponpes Sirojuth Tholibin Kradenan, Ponpes Al Quran Buaran, Ponpes Anwarul Mubarok Medono, Ponpes Darul Islah Panjang dan Ponpes Syafii Akrom Jenggot. “Sebelum droping ayam pihak Kementan akan melaksanakan bintekdi Kota Pekalongan, yang akan diikuti oleh Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan brebes,” tandas Ilena.

 

Di samping itu Dinperpa juga berperan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para santri mulai dari pembuatan kandang, pengolahan pakan, tata cara pemeliharaan, kesehatan ternak dan pengelolaan limbah. “Saya berharap para santri antusias mengijuti pembelajaran wirausaha ayam ini dan bermanfaat sebagai bekal setelah kembali kerumah masing masing serta Pengurus ponpes mendukung pengembangan kegiatan ini.