Manfaatkan Pupuk Organik Buatan Sendiri, SMA Negeri 4 Pekalongan Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

Manfaatkan Pupuk Organik Buatan Sendiri, SMA Negeri 4 Pekalongan Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

Kota Pekalongan – Upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan ramah lingkungan terus dilakukan SMA Negeri 4 Kota Pekalongan melalui aksi nyata penanaman sayuran secara organik. Program yang telah berjalan selama dua bulan ini mengajak siswa belajar bercocok tanam dengan memanfaatkan pupuk dan bahan perawatan tanaman organik buatan sendiri di lahan sekolahnya.

Kepala SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Wachid Mucharom, melalui Guru Pendidikan Kewirausahaan (PKWU), Dhony Hermawan, menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan program Sekolah Iklim yang mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan. Tidak hanya menanam sayuran, para siswa juga dibiasakan menerapkan pola budidaya yang lebih sehat dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

“Sejak awal kami memang menginisiasi penanaman sayuran secara organik. Seluruh pupuk dan bahan perawatan tanaman menggunakan bahan organik buatan sendiri. Harapannya, anak-anak bisa menerapkan pola hidup sehat sekaligus lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap Dhony saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, budidaya tanaman secara organik memang membutuhkan ketelatenan dan proses perawatan yang lebih intensif dibandingkan penggunaan bahan kimia. Namun, proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran agar siswa memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan konsistensi dan tanggung jawab.

Menariknya, program ini melibatkan seluruh siswa kelas XI dengan pendekatan praktik langsung. Setiap siswa diwajibkan memiliki satu pot atau wadah tanam dan menanam tanamannya sendiri. Dengan demikian, setiap peserta didik memiliki tanggung jawab untuk merawat, memantau pertumbuhan, serta memahami proses budidaya sayuran sejak awal.

Lanjutnya, melalui kegiatan tersebut, sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga membangun keterampilan dan kebiasaan positif bagi siswa. 

"Pemanfaatan pupuk organik buatan sendiri menjadi sarana pembelajaran mengenai pengelolaan bahan organik, budidaya tanaman yang lebih ramah lingkungan, serta pentingnya menjaga keseimbangan alam,"tegasnya.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah. 

"Kami berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang produktif, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan sederhana yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)