Mampu Topang Pertumbuhan Ekonomi, BI Tegal Terus Sosialisasikan Pembayaran Digital

Semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal terus mensosialisasikan penggunaan pembayaran digital melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi merchant.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M. Taufik Amrozi mengatakan bahwa penerapan pembayaran nirsentuh QRIS di berbagai sektor terbukti memberikan banyak manfaat, utamanya mampu menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi, mempercepat keuangan inklusif, mengurangi resiko penularan covid-19, bahkan mampu mendorong perkembangan UMKM.
“Transaksi non tunai ini merupakan panglima pertumbuhan ekonomi kita, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai transaksi perbankan digital yang meningkat 40 persen pertahun," katanya saat mensosialisasikan transaksi non tunai pada kegiatan bazar pangan murah dan UMKM di gedung eks pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/11/2022).
Sementara itu, unit implementasi sistem pembayaran BI Tegal, Rafa menyampaikan bahwa transaksi non tunai merupakan perwujudan kemampuan masyarakat dalam memahami peran rupiah dengan fungsinya sebagai alat penyimpanan nilai kemampuan, peredaran uang dan stabilitas ekonomi.
“Sebenarnya, transaksi non tunai relate dengan transaksi tunai, kalau di tunai ada CBB yaitu Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, kalau kami yang non tunai masuk ke bagian paham rupiah, dimana kita harus berhemat menggunakan uang rupiah dan masyarakat jika ingin membayar dan tidak membawa uang cash bisa gampang banget menggunakan scan QRIS saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rafa menyampaikan bahwa BI akan terus membiasakan masyarakat untuk menggunakan QRIS, agar mereka mampu mengikuti perkembangan zaman baik orang tua maupun generasi muda.
"Berbagai merchant atau penyedia jasa pembayaran kita gabungkan menjadi 1 kanal melalui QRIS untuk memudahkan pengguna," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M. Taufik Amrozi mengatakan bahwa penerapan pembayaran nirsentuh QRIS di berbagai sektor terbukti memberikan banyak manfaat, utamanya mampu menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi, mempercepat keuangan inklusif, mengurangi resiko penularan covid-19, bahkan mampu mendorong perkembangan UMKM.
“Transaksi non tunai ini merupakan panglima pertumbuhan ekonomi kita, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai transaksi perbankan digital yang meningkat 40 persen pertahun," katanya saat mensosialisasikan transaksi non tunai pada kegiatan bazar pangan murah dan UMKM di gedung eks pendopo Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/11/2022).
Sementara itu, unit implementasi sistem pembayaran BI Tegal, Rafa menyampaikan bahwa transaksi non tunai merupakan perwujudan kemampuan masyarakat dalam memahami peran rupiah dengan fungsinya sebagai alat penyimpanan nilai kemampuan, peredaran uang dan stabilitas ekonomi.
“Sebenarnya, transaksi non tunai relate dengan transaksi tunai, kalau di tunai ada CBB yaitu Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, kalau kami yang non tunai masuk ke bagian paham rupiah, dimana kita harus berhemat menggunakan uang rupiah dan masyarakat jika ingin membayar dan tidak membawa uang cash bisa gampang banget menggunakan scan QRIS saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rafa menyampaikan bahwa BI akan terus membiasakan masyarakat untuk menggunakan QRIS, agar mereka mampu mengikuti perkembangan zaman baik orang tua maupun generasi muda.
"Berbagai merchant atau penyedia jasa pembayaran kita gabungkan menjadi 1 kanal melalui QRIS untuk memudahkan pengguna," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF