Maknai HSP ke-92, Tumbuhkan Persatuan Kesatuan Pemuda

Kota Pekalongan - Berbeda dari tahun sebelumnya, di tengah pandemi Covid-19 peringatan Hari sumpah Pemuda (HSP) yang diperingati tiap tanggal 28 Oktober tidak dimeriahkan dengan upacara bendera maupun seremonial kegiatan seperti biasanya. Tahun ini, peringatan sumpah pemuda yang ke-92 mengusung tema Bangkit dan Bersatu.
Hal ini diungkapkan Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE saat ditemui di Setda Kota Pekalongan, Selasa (27/10/2020). Dalam memaknai Sumpah Pemuda Walikota Saelany menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini yang masih dalam suasana pandemi Covid-19. "Peran pemuda sangat penting untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Sama halnya saat ini, di tengah pandemi peran pemuda-pemudi kita sangat berpengaruh untuk dapat bangkit dan bersatu bersama-sama melawan pandemi ini," ungkap Saelany.
Kendati tidak dilakukan secara seremonial, Saelany menuturkan bahwa pemuda-pemudi saat ini bisa mencontoh gerakan persatuan dan kesatuan yang tertuang dalam isi Sumpah Pemuda. "Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku, bahasa, dan budaya, namun dengan perbedaan itu para pemuda terdahulu berjuang bersama untuk dapat merumuskan Sumpah Pemuda. Hal ini menjadi contoh baik yang patut ditiru oleh generasi sekarang,” imbuh Saelany.
Ditekankan Saelany, bukan perbedaan yang menyebabkam perpecahan atau konflik, namun perbedaan dan keanekaragaman itu yang dijadikan sebagai persatuan dan kesatuan. “Sehingga bangsa kita, pemuda kita tidak mudah untuk dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak suka dan ingin memecah belah bangsa Indonesia," terang Saelany.
Saelany berpesan bahwa untuk menjadi bangsa yang besar, peran pemuda sangat penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa seperti dengan tidak menyebar isu hoax. Oleh karena itu, pengalaman terdahulu ini dijadikan pembelajaran untuk generasi sekarang. “Oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa ini dengan menyebar hoax dan sebagainya bisa ditangkis dengan kebersamaan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa untuk dapat mempererat kembali dan menjadikan bangsa yang kuat, seperti masa dahulu kesatuan dan persatuan bisa disatukan dengan Sumpah Pemuda," tutur Saelany.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Hal ini diungkapkan Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE saat ditemui di Setda Kota Pekalongan, Selasa (27/10/2020). Dalam memaknai Sumpah Pemuda Walikota Saelany menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini yang masih dalam suasana pandemi Covid-19. "Peran pemuda sangat penting untuk menjaga kesatuan bangsa Indonesia. Sama halnya saat ini, di tengah pandemi peran pemuda-pemudi kita sangat berpengaruh untuk dapat bangkit dan bersatu bersama-sama melawan pandemi ini," ungkap Saelany.
Kendati tidak dilakukan secara seremonial, Saelany menuturkan bahwa pemuda-pemudi saat ini bisa mencontoh gerakan persatuan dan kesatuan yang tertuang dalam isi Sumpah Pemuda. "Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku, bahasa, dan budaya, namun dengan perbedaan itu para pemuda terdahulu berjuang bersama untuk dapat merumuskan Sumpah Pemuda. Hal ini menjadi contoh baik yang patut ditiru oleh generasi sekarang,” imbuh Saelany.
Ditekankan Saelany, bukan perbedaan yang menyebabkam perpecahan atau konflik, namun perbedaan dan keanekaragaman itu yang dijadikan sebagai persatuan dan kesatuan. “Sehingga bangsa kita, pemuda kita tidak mudah untuk dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak suka dan ingin memecah belah bangsa Indonesia," terang Saelany.
Saelany berpesan bahwa untuk menjadi bangsa yang besar, peran pemuda sangat penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa seperti dengan tidak menyebar isu hoax. Oleh karena itu, pengalaman terdahulu ini dijadikan pembelajaran untuk generasi sekarang. “Oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa ini dengan menyebar hoax dan sebagainya bisa ditangkis dengan kebersamaan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa untuk dapat mempererat kembali dan menjadikan bangsa yang kuat, seperti masa dahulu kesatuan dan persatuan bisa disatukan dengan Sumpah Pemuda," tutur Saelany.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF