Ledakan Petasan di Kota Pekalongan Kembali Telan Korban

Kota Pekalongan – Insiden ledakan petasan kembali terjadi di Kota Pekalongan dan mengakibatkan korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kuripan Kidul Gang 2, Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
 
Dalam kejadian ini, tiga remaja laki-laki mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami luka berat dan sempat dalam kondisi kritis, di mana satu korban akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan, sementara satu korban lainnya masih dirawat intensif. Adapun satu korban lain mengalami luka sobek di bagian kaki.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diduga berasal dari petasan berukuran besar yang tengah dirakit oleh dua remaja berinisial SY dan LN. Saat proses perakitan berlangsung, petasan tersebut tiba-tiba meledak.
 
Seorang saksi mata, Saiful, menyebutkan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras hingga radius ratusan meter. “Rumah saya jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi, tembok sampai bergetar. Suaranya keras sekali,” ujarnya.
 
Ia mengaku langsung menuju lokasi setelah mendengar dentuman tersebut dan mendapati para korban dalam kondisi tergeletak. “Ada tiga korban. Dua luka parah, satu luka ringan. Yang parah itu tangan kirinya putus, ada juga yang tangannya hancur. Saat ditemukan mereka masih sadar,” tambahnya.
 
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi lokasi dan menghubungi pihak berwenang. Ketiga korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk mendapatkan penanganan medis. Saat proses evakuasi, korban dilaporkan masih dalam kondisi sadar.
 
Saksi lain, Siswanto (35), mengungkapkan bahwa anaknya berinisial AA (14) turut menjadi korban. “Anak saya kena percikan ledakan. Luka sobek di kedua kaki, sekarang sudah dijahit. Alhamdulillah kondisinya sadar dan stabil,” ungkapnya.
 
Pihak kepolisian dari Polres Pekalongan Kota bersama jajaran Polsek Pekalongan Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan.
 
Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, membenarkan kejadian tersebut. “Saya sampaikan pada hari ini telah terjadi ledakan petasan sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah Pekalongan Selatan dan menelan tiga korban. Saat ini korban sedang menjalani perawatan di RSUD Bendan,” katanya.
 
Ia menambahkan bahwa dua korban mengalami luka berat dan sempat dalam kondisi kritis.
 
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya serbuk belerang, satu petasan yang belum meledak, serta belasan selongsong petasan. “Dugaan sementara korban sedang meracik petasan. Satu sempat meledak dan satu lagi masih utuh. Untuk asal bahan masih kami dalami,” terangnya.
 
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami asal-usul bahan petasan tersebut, mengingat para korban belum dapat dimintai keterangan.
 
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami ingatkan kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar mengawasi aktivitas anak-anak. Untuk yang menyimpan atau menjual bahan petasan akan kami tindak tegas, ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara,” tegas AKP Setyanto.
 
Dua hari sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari.
 
Ledakan hebat yang diduga berasal dari petasan berukuran besar tersebut menghancurkan sebuah rumah hingga rata dengan tanah dan mengakibatkan sembilan remaja mengalami luka-luka. Empat di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius.
 
Sebagai langkah pencegahan, aparat kepolisian berencana meningkatkan razia serta sosialisasi kepada masyarakat guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)