Lebarkan Pangsa Pasar, Dinparpudpora Dorong Pelaku Usaha Memulai Fusion Food

Tidak dipungkiri, subsektor kuliner kota Pekalongan menjadi salah satu ekonomi kreatif (ekraf) yang dapat melewati masa krisis pandemi dengan angka yang cukup stabil. Melihat potensinya, Pemerintah kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora) mendorong pelaku bisnis kuliner untuk melebarkan pangsa usahanya melalui pengembangan menu.
Sekretaris Dinparbudpora Pekalongan, Dede Umihani mengatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi baru yang mengandalkan ide, kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai faktor utama produksi. Sehingga perlu adanya upaya lebih untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mereka mampu memiliki 3 faktor tersebut, diantaranya melalui pelatihan.
Menyasar 40 pelaku bisnis kuliner dari UMKM binaan PKK, restoran, cafe, coffee shop dan lainnya, ia berharap dapat menambah ide dan pengetahuan peserta untuk menciptakan menu makanan baru dengan teknik fusion yaitu dengan mengkombinasikan berbagai bahan, tampilan, bentuk dan teknik pengolahan makanan yang berbeda atau menggabungkan beberapa tradisi kuliner daerah.
"Ini pelatihan kedua untuk subsektor kuliner, Agustus lalu kita latih pelaku bisnis kuliner terkait manajemen keuangan, kali ini kita beri pelatihan bagaimana mengembangkan menu-menu produk mereka agar bisa menaikkan omset penjualannya. Pekalongan potensinya besar sekali untuk kuliner, saya lihat masyarakatnya sangat gemar berkuliner," tutur Dede pada kegiatan pelatihan ekraf pengembangan menu usaha kuliner di aula Museum Batik Pekalongan, Rabu (9/11/2022).
Lebih lanjut, usai membuka pelatihan ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengatakan selain sektor kriya, kuliner juga memiliki laju peningkatan yang sangat tinggi dengan banyak bertumbuhnya usaha kuliner baik online dan offline.
Sempat bergerak usaha di bidang kuliner, Inggit memberikan beberapa tips kepada peserta untuk selalu menjaga kualitas bahan baku, cita rasa, memperhatikan plating dan packaging, memperhatikan kecepatan service dan pemasaran/promosi, "Semua harus ditekuni, dengan menu atau produk yang sudah ada, kita coba kreasikan lagi ciptakan menu baru yang belum ada untuk menambah daya tarik pembeli," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Sekretaris Dinparbudpora Pekalongan, Dede Umihani mengatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi baru yang mengandalkan ide, kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai faktor utama produksi. Sehingga perlu adanya upaya lebih untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mereka mampu memiliki 3 faktor tersebut, diantaranya melalui pelatihan.
Menyasar 40 pelaku bisnis kuliner dari UMKM binaan PKK, restoran, cafe, coffee shop dan lainnya, ia berharap dapat menambah ide dan pengetahuan peserta untuk menciptakan menu makanan baru dengan teknik fusion yaitu dengan mengkombinasikan berbagai bahan, tampilan, bentuk dan teknik pengolahan makanan yang berbeda atau menggabungkan beberapa tradisi kuliner daerah.
"Ini pelatihan kedua untuk subsektor kuliner, Agustus lalu kita latih pelaku bisnis kuliner terkait manajemen keuangan, kali ini kita beri pelatihan bagaimana mengembangkan menu-menu produk mereka agar bisa menaikkan omset penjualannya. Pekalongan potensinya besar sekali untuk kuliner, saya lihat masyarakatnya sangat gemar berkuliner," tutur Dede pada kegiatan pelatihan ekraf pengembangan menu usaha kuliner di aula Museum Batik Pekalongan, Rabu (9/11/2022).
Lebih lanjut, usai membuka pelatihan ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengatakan selain sektor kriya, kuliner juga memiliki laju peningkatan yang sangat tinggi dengan banyak bertumbuhnya usaha kuliner baik online dan offline.
Sempat bergerak usaha di bidang kuliner, Inggit memberikan beberapa tips kepada peserta untuk selalu menjaga kualitas bahan baku, cita rasa, memperhatikan plating dan packaging, memperhatikan kecepatan service dan pemasaran/promosi, "Semua harus ditekuni, dengan menu atau produk yang sudah ada, kita coba kreasikan lagi ciptakan menu baru yang belum ada untuk menambah daya tarik pembeli," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF