Launching Seniman Goes to Kampung, Walikota Ajak Nguri-Uri Budaya

Terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya berlandaskan nilai-nilai religiusitas menjadi visi Pemerintah Kota Pekalongan. Dalam hal budaya, Kota Pekalongan sebagai Kota Kreatif Dunia memiliki segudang kesenian khas dan ribuan seniman yang tersebar di Kota Pekalongan. Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE ingin mengajak masyarakat Kota Pekalongan nguri-uri budaya dengan berkesenian karena dipercaya dapat menanamkan pendidikan karakter.
Menindaklanjuti keinginan tersebut usai diklat pimpinan, seorang seniman asli Kota Pekalongan, Zaenal Muhibin menggagas sebuah program yakni Seniman Goes to Kampung yang dilaunching Walikota Saelany bersamaan dengan Pagelaran Seni Tradisi Kolaborasi di Aula Kantor Kelurahan Eks-Kraton Kidul, Kecamatan Pekalongan Barat, Selasa malam (27/8/2019).
Walikota Saelany mengaku senang menikmati musik tradisi dan tak ingin berhenti mendengarkan alunan musiknya. “Musik ini kalau kita nikmati rasanya tak ingin berhenti, tapi yang jelas ini akan menumbuhkan kembali budaya-budaya lama yang selama ini hampir terkikis,” ungkap Saelany.
Menurut Saelany di samping Seniman Goes to Kampung sebagai aktivitas berkesenian dari kampung ke kampung, tapi juga untuk memberikan pembelajaran nilai-nilai budaya ke masyarakat khususnya kalangan remaja. “Kota Pekalongan ini sesungguhnya kaya budaya, untuk menanggulangi aktivitas tidak positif seperti dolan yang tidak jelas atau kebut-kebutan di jalan, remaja perlu dikenalkan dengan semacam ini,” beber Saelany.
Saelany mengapresiasi kegiatan ini dengan harapan dapat menumbuhkan Kota Pekalongan yang betul-betul kota budaya sebagai mana visi Kota Pekalongan untuk menjadi kota yang berbudaya berlandaskan nilai religiusitas.
Sementara itu, seniman penggagas kegiatan Seniman Goes to Kampung, Zaenal Muhibin menyampaikan bahwa ide ini berangkat dari kaca matanya melihat Kota Pekalongan yang kaya akan potensi budaya. “Kesenian lahir dari kampung-kampung yang harus ditingkatkan dan dilestarikan. Melalui kegiatan ini kita akan tingkatkan kapasitas seniman yang ada di kampung melalui peningkatan sarana prasarana dan upgrade para pegiat seni dari sisi kemampuan dan kompetensinya,” papar Zaenal.
Dikatakan Zaenal bahwa hal ini harus melibatkan seniman yang ada di Kota Pekalongan sehingga betul-betul bekerja bersama. Selain itu, Dewan Kesenian Daerah Kota Pekalongan dan komunitas seni seperti Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) harus turut mendampingi.
“Tindak lanjut untuk kegiatan ini yakni pagelaran dari kampung ke kampung. Kami juga akan menyisipkan pendidikan karakter di setiap pagelaran. Untuk pagelaran ini sementara seni musik dan tari dan akan dijadwalkan sesuai kesiapan masing-masing,” tukas Zaenal.
PRINT +
DOWNLOAD PDF