Langkah Nyata Hadapi Krisis Iklim: Dinkes Bentuk Tim Kerja Sehat Iklim Kelurahan

Kota Pekalongan — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar sosialisasi program Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI). Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Padukuhan Kraton dan Kelurahan Degayu, dengan melibatkan kader kesehatan, perangkat kelurahan, serta perwakilan masyarakat setempat, Kamis (4/12/2025).
 
Program DEKSI merupakan gerakan kolaboratif yang berfokus pada penguatan adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim melalui pendekatan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui 
Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Maysaroh menyampaikan bahwa dampak perubahan iklim semakin dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada sektor kesehatan.
 
“Perubahan iklim telah berdampak nyata terhadap kesehatan masyarakat, mulai dari meningkatnya kasus demam berdarah, diare saat banjir, ISPA, hingga risiko dehidrasi saat gelombang panas. Melalui DEKSI, kita ingin membangun kelurahan yang tangguh iklim, di mana masyarakat sadar risiko dan mampu mengambil tindakan preventif,” ujarnya.
 
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan berbagai langkah adaptasi sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan ketersediaan air bersih, serta mengenali tanda-tanda penyakit yang sering muncul akibat perubahan iklim.
 
Ia mengungkapkan bahwa salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pembentukan Tim Kerja Masyarakat Sehat Iklim di masing-masing kelurahan. Tim ini terdiri dari perwakilan warga, kader kesehatan, tokoh agama, dan unsur pemerintah kelurahan. Mereka bertugas menyusun dan mengimplementasikan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) yang berisi langkah-langkah adaptasi konkret, seperti pengelolaan sampah, pengendalian vektor penyakit, penyediaan air bersih, serta edukasi kesehatan bagi warga.
 
Dalam sesi diskusi, pihaknya mengajak peserta untuk memetakan risiko iklim di wilayah masing-masing agar solusi yang disusun sesuai kondisi lokal.
 
"Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya penerima program,” sambungnya.
 
Ke depan, dijelaskan Maysaroh, kegiatan sosialisasi DEKSI akan dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau seluruh kelurahan di Kota Pekalongan. Tim-tim yang telah terbentuk nantinya akan menjalankan rencana kerja sesuai permasalahan kesehatan yang ada di wilayah masing-masing.
 
Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan akan menyiapkan mekanisme monitoring dan verifikasi oleh petugas puskesmas setiap enam bulan sekali. Verifikasi ini bertujuan melihat implementasi DEKSI di lapangan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan RKM yang telah disusun.
 
Melalui program ini, Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan seluruh kelurahan telah mengimplementasikan DEKSI pada tahun 2029, sehingga tercipta masyarakat yang lebih adaptif dan sehat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)