Kunjungan Museum Batik Pekalongan Tembus 27 Ribu Orang hingga Akhir Agustus

Kunjungan Museum Batik Pekalongan Tembus 27 Ribu Orang hingga Akhir Agustus

Kota Pekalongan – Minat masyarakat untuk mengunjungi Museum Batik Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga 30 Agustus 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 27.688 orang atau sekitar 86,5 persen dari target kunjungan yang ditetapkan sebanyak 32.000 orang sepanjang 2026.

Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026), mengatakan capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap museum sebagai ruang edukasi dan pengenalan budaya batik.

Dari total kunjungan tersebut, wisatawan domestik umum menjadi kelompok terbesar dengan 14.679 orang. Sementara itu, kunjungan anak-anak dan pelajar mencapai 12.694 orang. Adapun wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 315 orang.

Menurut Nurhayati, tingginya jumlah kunjungan anak-anak dan pelajar menjadi salah satu indikator penting bagi keberadaan museum sebagai sarana pembelajaran budaya.

“Kunjungan anak-anak dan pelajar yang cukup tinggi menunjukkan bahwa Museum Batik juga memiliki peran sebagai ruang pembelajaran. Mereka bisa mengenal sejarah, proses pembuatan, hingga nilai-nilai budaya batik secara langsung melalui koleksi dan edukasi yang ada di museum,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberagaman pengunjung tersebut menunjukkan Museum Batik Pekalongan tidak hanya menjadi destinasi edukasi bagi masyarakat lokal dan wisatawan domestik, tetapi juga tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan dari luar negeri.

Untuk menjaga tren kunjungan hingga akhir tahun, pihaknya terus memperkuat daya tarik museum, terutama melalui pengalaman edukasi dan pengenalan batik kepada berbagai kelompok pengunjung.

“Kami terus berupaya meningkatkan daya tarik museum, khususnya dari sisi edukasi dan pengalaman pengunjung, sehingga sampai akhir tahun kunjungan dapat terus bertambah dan target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” tutupnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)