Kunjungan Dekranasda Kabupaten Jepara ke Kota Pekalongan, Perkuat Sinergi Pengembangan Batik dan Kerajinan Daerah

Pekalongan – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Pekalongan. Kegiatan yang dipusatkan di Museum Batik Pekalongan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antar daerah, khususnya dalam pengembangan batik dan tata kelola organisasi Dekranasda. Selasa, (24/2/2026).
 
Rombongan Dekranasda Kabupaten Jepara yang dipimpin oleh Ketua Dekranasda, Laila Saidah Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Ella, turut didampingi jajaran pengurus serta anggota DPRD Kabupaten Jepara. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, beserta jajaran pengurus.
 
Inggit menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dipilihnya Kota Pekalongan sebagai lokasi kunjungan studi tiru.
 
“Saya selaku Ketua Dekranasda Kota Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara beserta rombongan pengurus dan DPRD Kabupaten Jepara yang alhamdulillah bisa memilih Kota Pekalongan sebagai lokasi kunjungan. Ketika kita membahas masalah batik, sangat tepat melakukan kunjungan di Kota Pekalongan karena batiknya sudah terkenal hingga internasional dan memiliki banyak perajin,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, batik Pekalongan tidak hanya berkembang dalam bentuk kain semata, tetapi juga telah bertransformasi menjadi berbagai produk turunan seperti busana fashion, aksesori, hingga aneka kerajinan kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa batik sebagai warisan budaya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.
 
Museum Batik Pekalongan sendiri menjadi destinasi yang tepat dalam kunjungan tersebut. Selain menyimpan berbagai koleksi batik dari berbagai daerah dan era, museum ini juga menyediakan fasilitas workshop membatik bagi pengunjung.
 
“Di Museum Batik Pekalongan juga disediakan workshop membatik, sehingga sangat pas apabila ingin belajar membatik langsung di Kota Pekalongan. Kota Pekalongan sendiri memang menjadikan batik sebagai sektor unggulan daerah,” jelas Inggit.
 
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo (Ella), menjelaskan bahwa pemilihan Kota Pekalongan sebagai lokasi studi tiru bukan tanpa alasan.
 
“Saya memilih Kota Pekalongan sebagai lokasi studi tiru karena yang pertama, Kota Pekalongan terkenal sebagai kota batik. Kami di Jepara juga memiliki batik yang perlu terus dikembangkan, baik dari segi motif maupun pewarnaannya,” ujarnya.
 
Ella menuturkan bahwa pihaknya tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai teknik pewarnaan alami yang menjadi salah satu keunggulan batik Pekalongan. Selain itu, aspek pengelolaan limbah produksi batik juga menjadi perhatian penting dalam kunjungan tersebut.
 
“Kami berniat belajar mengenali batik, baik dari proses produksinya maupun pengelolaan limbahnya. Di sisi lain, saya juga ingin belajar tentang pengelolaan organisasi Dekranasda dari Kota Pekalongan,” tambahnya.
 
Hal ini menunjukkan komitmen Dekranasda Kabupaten Jepara untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan daerah, sekaligus memastikan proses produksinya tetap ramah lingkungan.
 
Inggit  juga menekankan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari hubungan timbal balik yang telah terjalin antara kedua daerah. Sebelumnya, Dekranasda Kota Pekalongan juga sempat melakukan kunjungan ke Kabupaten Jepara untuk belajar dan bertukar pengalaman.
 
“Dekranasda Kota Pekalongan dan Kabupaten Jepara sama-sama masih belajar untuk mengembangkan organisasi di masing-masing wilayah. Kemarin kami juga sempat belajar ke Dekranasda Kabupaten Jepara, dan alhamdulillah kini dibalas dengan kunjungan balik ke Kota Pekalongan,” tuturnya.
 
Ia turut mengapresiasi langkah Dekranasda Kabupaten Jepara yang baru saja melaunching showroom Dekranasda yang baru. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Kota Pekalongan yang saat ini juga tengah berproses dalam penyusunan dan pengembangan showroom Dekranasda yang baru.
 
“Mudah-mudahan Kota Pekalongan juga segera dapat merealisasikan showroom Dekranasda yang representatif sebagai wadah promosi dan pemasaran produk-produk kerajinan unggulan,” harapnya.
 
Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat kolaborasi nyata antar daerah dalam memajukan industri kerajinan, khususnya batik. Dengan saling berbagi pengalaman dan inovasi, baik Kota Pekalongan maupun Kabupaten Jepara diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta memperkuat identitas budaya lokal di kancah nasional maupun internasional.
 
Melalui sinergi dan semangat saling belajar, Dekranasda di kedua daerah optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya bangsa.
 
 
(Tim Liputan Pemerintah Kota Pekalongan / Maul)